Trump Ingin Caplok Selat Hormuz sebagai Wilayah Amerika Serikat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan rencana untuk menjadikan Selat Hormuz sebagai wilayah AS setelah konflik dengan Iran. Dalam rapat umum di Nassau County, ia menyatakan bahwa AS telah melakukan blokade terhadap selat tersebut, sehingga tidak ada kapal yang bisa melintas tanpa izin AS. Langkah ini akan memerlukan pengerahan pasukan AS di kawasan itu untuk jangka waktu tidak terbatas.
Selama hampir enam bulan perang AS-Iran, cadangan minyak global menyusut drastis karena lalu lintas melalui Selat Hormuz praktis terhenti. Iran menuntut agar AS memenuhi syarat-syarat tertentu sebelum membuka kembali selat ini. Trump menegaskan bahwa AS memegang kendali penuh atas selat itu dan mengancam Iran jika berusaha menentang.
Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi aliran minyak dari negara-negara seperti Arab Saudi dan Irak ke seluruh dunia. Pernyataan Trump ini menambah ketegangan dalam konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 17.30
Respons Iran Usai Trump Nyatakan Selat Hormuz Segera Jadi Wilayah AS
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 16.26
Trump Sesumbar soal Hormuz, Parlemen Iran Ejek 'Sembunyi di Truk Makanan'
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 15.18
Iran dan Oman Sepakati Peta Pergerakan Navigasi di Selat Hormuz, Perang Segera Berakhir?
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 06.25
Tantangan Baru Iran untuk AS, Trump "Mimpi" Caplok Selat Hormuz
Berita terkait
Iran Belum Putuskan Lanjutkan Perundingan dengan AS
VOI · 15 Agustus 2026 pukul 09.01
2 Kapal Minyak UEA Diserang Saat Melintasi Selat Hormuz
VOI · 14 Agustus 2026 pukul 13.16
Mulai Pekan Depan. AS Siapkan Isolasi Ekonomi Iran Lebih Keras dari Sebelumnya
VOI · 14 Agustus 2026 pukul 10.44
AS Bisa Mempertahankan Blokade Laut Terhadap Pelabuhan Iran Tanpa Batas Waktu
VOI · 14 Agustus 2026 pukul 09.00