Iran Belum Putuskan Lanjutkan Perundingan dengan AS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa Iran belum memutuskan untuk melanjutkan perundingan dengan Amerika Serikat. Hal ini menanggapi klaim Presiden AS Donald Trump yang mengatakan AS sedang melakukan pembicaraan dengan Iran secara "tidak mencolok". Araghchi menegaskan bahwa komunikasi melalui penengah Qatar dan Pakistan tidak dapat dikategorikan sebagai perundingan resmi.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menanggapi keras klaim Trump soal penetapan Selat Hormuz sebagai wilayah AS. Gharibabadi menyatakan bahwa Selat Hormuz tidak bisa direbut hanya dengan cuitan, kapal induk, perintah eksekutif, atau pidato kampanye. Ia menegaskan bahwa Iran tidak takut terhadap ancaman dan bahwa kontrol atas Selat Hormuz sepenuhnya menjadi wewenang Iran.
Iran menegaskan sikapnya yang tidak akan mengakui klaim AS atas Selat Hormuz dan siap memberlakukan blokade jika AS tidak meninggalkan "delusi" tentang kekalahannya. Situasi ini memperlihatkan ketegangan yang masih tinggi antara kedua negara tanpa adanya langkah konkrit menuju normalisasi hubungan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 14 Agustus 2026 pukul 06.18
Jenderal IRGC: Iran Mampu Perang Panjang Melawan AS hingga Trump Lengser
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 06.10
Ini Alasan Iran Bikin Sayembara Bunuh Tentara AS Dapat Rp534 Juta dan Rp1 Miliar bagi Kontestan Perempuan
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 02.20
Qatar Bantah Tangkap 3 Pilot Iran, Teheran: Doha Harus Izinkan Tim Pencari Fakta
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 16.26
Trump Sesumbar soal Hormuz, Parlemen Iran Ejek 'Sembunyi di Truk Makanan'
Berita terkait
Presiden Trump Umumkan Operasi Ekonomi Terhadap Iran
VOI · 20 Agustus 2026 pukul 07.00
Militer AS Hancurkan Lima Kapal Tanker Iran Setelah Serangan IRGC
VOI · 9 September 2026 pukul 10.00
Netanyahu Mengancam akan Menyerang Iran saat Popularitasnya Merosot Jelang Pemilu
VOI · 7 September 2026 pukul 12.10
Menteri Energi AS Sebut Kesepakatan Nuklir dengan Iran Mungkin Tidak akan Terwujud
VOI · 7 September 2026 pukul 11.00