Respons Iran Usai Trump Nyatakan Selat Hormuz Segera Jadi Wilayah AS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan rencana untuk menjadikan Selat Hormuz sebagai wilayah AS dalam pidatonya di Garden City, New York, pada Jumat (14/8/2026). Trump menegaskan langkah ini akan dilakukan setelah AS "mengalahkan" Iran. Pernyataan ini memicu respons tegas dari Iran. Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menegaskan melalui media sosial X bahwa Selat Hormuz adalah milik Iran dan tidak akan berubah. Sekretaris Dewan Keamasan Nasional Tertinggi Iran Mohammad Bagher Zolghadr menyatakan Iran tidak akan membuka kembali Selat Hormuz hingga AS menghentikan ancaman dan mengubah sikapnya terhadap Republik Islam.
Selat Hormuz merupakan jalur strategis bagi perdagangan minyak dan gas global, sehingga ketegangan di wilayah ini berpotensi memengaruhi pasokan energi dan harga minyak dunia. Trump sebelumnya juga mengancam akan menerapkan kebijakan blokade di Selat Hormuz untuk menekan Iran. Di sisi lain, Iran berulang kali menegaskan haknya untuk menentukan akses pelayaran di kawasan tersebut, menolak tekanan AS.
Konflik ini menandakan eskalasi ketegangan antara AS dan Iran, dengan potensi dampak signifikan terhadap stabilitas kawasan dan pasokan energi global.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 20.48
Seruan Iran Agar AS Terima Kenyataan Kalah Perang
VOI · 15 Agustus 2026 pukul 13.01
Ancaman Serangan Mengintai Kapal, Lalu Lintas di Selat Hormuz Hanya Belasan Persen
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 17.04
Iran Pastikan Amerika tak Berhak Lintasi Selat Hormuz
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 16.47
Iran Janjikan Rp500 Juta bagi Warga yang Tangkap Tentara AS
Berita terkait
Tak Percaya Iran, Trump Tegaskan AS Kuasai Selat Hormuz
JPNN.com · 12 Agustus 2026 pukul 13.10
Masih Buka Pintu Dialog untuk Iran, Donald Trump: Saya Tak Ingin Membunuh Orang
JPNN.com · 6 Agustus 2026 pukul 14.51
Bantah Trump, Iran Bilang Tak Ada Negosiasi dengan AS
Detik.com · 3 Agustus 2026 pukul 16.45
Tak Berdaya Lawan Manuver Trump, Iran Malah Ancam Negara Pro-Amerika
JPNN.com · 29 Juli 2026 pukul 18.41