Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Respons Iran Usai Trump Nyatakan Selat Hormuz Segera Jadi Wilayah AS

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan rencana untuk menjadikan Selat Hormuz sebagai wilayah AS dalam pidatonya di Garden City, New York, pada Jumat (14/8/2026). Trump menegaskan langkah ini akan dilakukan setelah AS "mengalahkan" Iran. Pernyataan ini memicu respons tegas dari Iran. Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menegaskan melalui media sosial X bahwa Selat Hormuz adalah milik Iran dan tidak akan berubah. Sekretaris Dewan Keamasan Nasional Tertinggi Iran Mohammad Bagher Zolghadr menyatakan Iran tidak akan membuka kembali Selat Hormuz hingga AS menghentikan ancaman dan mengubah sikapnya terhadap Republik Islam.

Selat Hormuz merupakan jalur strategis bagi perdagangan minyak dan gas global, sehingga ketegangan di wilayah ini berpotensi memengaruhi pasokan energi dan harga minyak dunia. Trump sebelumnya juga mengancam akan menerapkan kebijakan blokade di Selat Hormuz untuk menekan Iran. Di sisi lain, Iran berulang kali menegaskan haknya untuk menentukan akses pelayaran di kawasan tersebut, menolak tekanan AS.

Konflik ini menandakan eskalasi ketegangan antara AS dan Iran, dengan potensi dampak signifikan terhadap stabilitas kawasan dan pasokan energi global.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait