Trump Percepat Penjualan Senjata ke Israel dan Saudi saat Stok AS Menipis
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintahan Donald Trump melanjutkan penjualan senjata besar ke Israel dan Arab Saudi meski persediaan senjata AS menipis. Departemen Luar Negeri AS menyetujui penjualan militer senilai US$5 miliar ke Arab Saudi, termasuk 5.000 bom seberat 2.000 pon. Selain itu, laporan Washington Post mengungkapkan paket senjata senilai US$2,8 miliar untuk Israel yang berisi sekitar 40.000 bom serupa. Bom-bom ini dikenal memiliki daya hancur luas hingga radius 366 meter dan telah digunakan Israel dalam kampanye militer di Gaza. Kesepakatan ini dilaporkan akan didanai dengan dana pajak AS dan melampaui standar penjualan senjata sebelumnya. Penjualan ke Israel terjadi di tengah peningkatan kritik dari partai Demokrat dan wajib pemilu AS, sementara waktu pengumangan dianggap politis mengingat pemilu Israel tersisa satu bulan. Di sisi lain, penjualan senjata ke Arab Saudi juga menimbulkan kekhawatiran akan eskalasi konflik di Yaman dan Laut Merah, terutama dengan kemajuan militer Houthi. Komandan militer AS, Israel, dan negara-negara Arab juga mengadakan pertemuan rahasia di Jerman untuk membahas koordinasi pertahanan terkait ketegangan dengan Iran.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 16 September 2026 pukul 14.19
5 Fakta Serangan Drone Houti ke Mekkah, Arab Saudi Siapkan Serangan Balasan Besar-besaran
Detik.com · 16 September 2026 pukul 14.14
Houthi Klaim Tembak Jatuh Jet Tempur F-15 Arab Saudi
SINDOnews · 16 September 2026 pukul 13.31
AS akan Kirim 40.000 Bom ke Israel dalam Paket Persenjataan Baru
Detik.com · 16 September 2026 pukul 12.47
Warga AS Diimbau soal Risiko Serangan Rudal di Arab Saudi
Berita terkait
Trump Kirim Kesepakatan Nuklir ke Kongres, Saudi Wajib Damai dengan Israel
Warta Ekonomi · 26 Agustus 2026 pukul 14.15
Soal Deal Nuklir, Trump Ngotot Arab Saudi Harus Baikan dengan Israel
Detik.com · 26 Agustus 2026 pukul 13.27
Arab Saudi: Houthi Serang <i>Red Line</i>, Kita Tak Ragu untuk Balas!
Detik.com · 16 September 2026 pukul 11.28
Houthi bantah targetkan Makkah
ANTARA News · 16 September 2026 pukul 11.06