Trump Sebut Kelangkaan Logistik di USS Abraham Lincoln 'Fake News'
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Donald Trump membantah laporan media CNN mengenai kelangkaan logistik dan penurunan moral di kapal induk USS Abraham Lincoln, menyebutnya sebagai "fake news". Ia menegaskan bahwa persediaan makanan di atas kapal dalam kondisi cukup dan masa penugasan masih wajar. Namun, laporan CNN mengutip pengakuan pelaut dan keluarga yang menyebutkan kekurangan bahan pangan, barang kebersihan, dan masalah distribusi air bersih.
Kapal induk USS Abraham Lincoln telah bertugas lebih dari 250 hari sejak November, yang berpotensi memecahkan rekor pelayaran terlama sejak era Perang Vietnam. Selama penugasan, prajurit menghadapi krisis makanan, fasilitas rusak, dan tekanan mental. Seorang prajurit jatuh ke laut pada 3 Agustus, dan dilaporkan tujuh personel tewas dalam bentrokan. Angkatan Laut AS membantah peningkatan percobaan bunuh diri.
Senator Richard Blumenthal meminta Pentagon menjelaskan kondisi awak kapal. Insiden terkait lainnya termasuk kehilangan drone MQ-9 Reaper senilai Rp20,4 triliun, serangan helikopter ke kapal kargo di Teluk Oman, dan eskalasi konflik militer AS dengan Iran.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 18 Agustus 2026 pukul 07.27
Trump: Iran Harusnya Kibarkan Bendera Putih Tanda Menyerah!
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 06.10
Trump Emosi, Ancam Bom Negara Arab Kaya Ini Gegara Selat Hormuz-Iran
SINDOnews · 18 Agustus 2026 pukul 05.15
Tak Bisa Mundur dari Perang Iran, Pakar Militer Sebut Trump Akan Cari Kambing Hitam
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 19.53
Halangi Pembukaan Selat Hormuz, Trump Ancam Bombardir Oman
Berita terkait
Sesumbar Trump Dibalas Ejekan Iran 'Sembunyi di Truk Makanan'
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 05.27
Klaim Kuasai Selat Hormuz, Trump Dinilai 'Babak Belur' Perang Lawan Iran
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 07.34
Iran Sebut Trump Delusi karena Ingin Deklarasikan Selat Hormuz Wilayah AS
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 07.29
Trump Tak Peduli Diteriaki Sana-sini, DPR AS Emosi-Iran Bantah Keras
CNBC Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 21.21