Trump Sebut Kelangkaan Logistik di USS Abraham Lincoln 'Fake News'
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Donald Trump membantah laporan media CNN mengenai kelangkaan logistik dan penurunan moral di kapal induk USS Abraham Lincoln, menyebutnya sebagai "fake news". Ia menegaskan bahwa persediaan makanan di atas kapal dalam kondisi cukup dan masa penugasan masih wajar. Namun, laporan CNN mengutip pengakuan pelaut dan keluarga yang menyebutkan kekurangan bahan pangan, barang kebersihan, dan masalah distribusi air bersih.
Kapal induk USS Abraham Lincoln telah bertugas lebih dari 250 hari sejak November, yang berpotensi memecahkan rekor pelayaran terlama sejak era Perang Vietnam. Selama penugasan, prajurit menghadapi krisis makanan, fasilitas rusak, dan tekanan mental. Seorang prajurit jatuh ke laut pada 3 Agustus, dan dilaporkan tujuh personel tewas dalam bentrokan. Angkatan Laut AS membantah peningkatan percobaan bunuh diri.
Senator Richard Blumenthal meminta Pentagon menjelaskan kondisi awak kapal. Insiden terkait lainnya termasuk kehilangan drone MQ-9 Reaper senilai Rp20,4 triliun, serangan helikopter ke kapal kargo di Teluk Oman, dan eskalasi konflik militer AS dengan Iran.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 20.25
Jika Trump Tingkatkan Eskalasi Perang, NATO Siap Hadapi Serangan Iran ke Eropa
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 19.20
Eksistensi Bangsa Iran Bergantung Perang, Khatami: Jangan Terlalu Emosi
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 17.14
5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 15.25
Iran Geram Trump Klaim Selat Hormuz Wilayah Baru AS: Delusional!
Berita terkait
Trump Ancam Ledakkan Iran Usai Negosiasi Buntu
Detik.com · 1 Oktober 2026 pukul 16.41
Kepala Dewan Keamanan Rezaei: Iran Sudah Kirim Syarat-syaratnya, Trump Tak Bisa Ambil Keputusan
SINDOnews · 30 September 2026 pukul 13.31
Trump Bikin Iran Makin Panas, Harga Minyak Tembus US$ 103 per Barel
Detik.com · 30 September 2026 pukul 11.39
Iran Bikin Surat Terbuka, Minta Rakyat AS Sadar Jika Trump Pembohong
Detik.com · 30 September 2026 pukul 11.13