Trump Ternyata Berencana Serang Houthi, Tapi Batal di Menit-menit Akhir
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan membatalkan rencana serangan udara terhadap kelompok Houthi di Yaman hanya beberapa menit sebelum operasi dilancarkan pada Minggu, 20 September 2026. Keputusan ini diambil setelah para komandan militer AS menyetujui daftar target dan personel sudah memuat amunisi ke pesawat tempur. Sebelumnya, Trump sempat enggan melancarkan serangan pada Rabu, 17 September, namun kemudian memerintahkan Pentagon untuk bersiap setelah percakapan telepon dengan Pangeran Mohammed bin Salman dari Arab Saudi. Laporan New York Times mengutip bahwa MBS mendesak Trump untuk bertindak setelah Houthi berhasil merebut wilayah pesisir Yaman di tepi Laut Merah. Namun, Trump kembali mengubah keputusan dan membatalkan serangan tak lama sebelum pelaksanaan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 22 September 2026 pukul 12.15
Trump Tak Bantu Saudi, Houthi Janji Tak Akan Serang Kapal AS
SINDOnews · 22 September 2026 pukul 10.01
Arab Saudi Ngamuk, Bombardir Mokha Yaman, 6 Orang Tewas
SINDOnews · 21 September 2026 pukul 09.41
Houthi Warning Negara-negara Lain: Jangan Gabung Arab Saudi dalam Perang Saudara Yaman!
kumparan · 21 September 2026 pukul 04.00
Trump Klaim Houthi Sepakat Tak Akan Serang AS di Tengah Gempuran ke Saudi
Berita terkait
Houthi Dibeking Iran, Pemimpin Yaman Colek Trump
Detik.com · 22 September 2026 pukul 10.58
AS Disebut Telah Bertemu Perwakilan Houthi di Oman
kumparan · 17 September 2026 pukul 08.30
Saudi Disebut Lancarkan 40 Serangan Udara ke Yaman dalam Sehari
kumparan · 17 September 2026 pukul 02.49
Trump Dukung Penuh MBS, AS Berikan Bantuan Intelijen dan Target Serangan
SINDOnews · 12 September 2026 pukul 21.30