Houthi Dibeking Iran, Pemimpin Yaman Colek Trump
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Yaman tengah kewalahan menghadapi serangan Houthi yang didukung Iran. Kepala badan pemerintahan Yaman, Rashad al-Alimi, meminta bantuan ke Presiden AS Donald Trump melalui telepon pada Minggu (20/9/2026). Namun, Trump tidak memberikan dukungan militer langsung. Permintaan ini datang setelah Houthi berhasil merebut kendali atas wilayah pesisir Yaman di tepi Laut Merah, sekaligus menandai eskalasi konflik. Serangan Houthi terhadap Riyadh pada Sabtu (19/9) juga mendorong pemerintah Saudi, termasuk Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), untuk memohon bantuan serupa kepada Trump. Namun, laporan menunjukkan Trump menolak permintaan serupa dari MBS minggu sebelumnya. Houthi kini menguasai wilayah strategis di Selat Bab al-Mandeb, memperkuat pengaruh Iran di kawasan Teluk, terutama terhadap jalur distribusi minyak Saudi. Konflik ini semakin intens sejak Juli, dengan Houthi melancarkan serangan terhadap wilayah Saudi dan memblokade kapal Saudi di Laut Merah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 22 September 2026 pukul 12.15
Trump Tak Bantu Saudi, Houthi Janji Tak Akan Serang Kapal AS
SINDOnews · 21 September 2026 pukul 13.18
Houthi: Front Kedua Iran
kumparan · 21 September 2026 pukul 04.00
Trump Klaim Houthi Sepakat Tak Akan Serang AS di Tengah Gempuran ke Saudi
Warta Ekonomi · 20 September 2026 pukul 17.23
Rudal Houthi Guncang Riyadh, AS Waspada Eskalasi dan Trump Gelar Rapat Darurat
Berita terkait
Trump Ternyata Berencana Serang Houthi, Tapi Batal di Menit-menit Akhir
Detik.com · 22 September 2026 pukul 13.57
Trump Klaim Dihubungi Houthi Usai Saudi Diserang: Mereka Tak Mau Lawan AS
Detik.com · 20 September 2026 pukul 23.49
Arab Saudi Minta Tolong, China Diam-Diam Tekan Iran soal Houthi
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 05.38
Trump Dukung Penuh MBS, AS Berikan Bantuan Intelijen dan Target Serangan
SINDOnews · 12 September 2026 pukul 21.30