Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Turkiye target bangun jalur alternatif Selat Hormuz dalam 3 tahun

Turki menargetkan penyelesaian proyek koridor transportasi baru yang menghubungkan Teluk Persia dengan Eropa melalui Irak dalam waktu tiga tahun untuk mengurangi ketergantungan pada Selat Hormuz. Proyek ini mencakup pembangunan jalur kereta api, jalan tol, serta infrastruktur telekomunikasi dan energi sepanjang 1.200 kilometer dari Pelabuhan Al-Faw di Irak ke Turki, dengan sambungan ke Eropa. Selat Hormuz merupakan jalur kunci untuk distribusi seperlima minyak dunia dan berisiko gangguan akibat konflik AS-Iran.

Biaya pembangunan jalur kereta api diperkirakan hingga 15 miliar dolar AS. Turki dan Irak telah menyepakati pembangunan pos lintas batas baru di Faysh Khabur-Ovakoy serta mekanisme pendanaan. Proyek ini melibatkan Turki, Irak, Qatar, dan Uni Emirat Arab, dengan tujuan menjadi rute perdagangan alternatif untuk menghindari titik rawan maritim seperti Selat Hormuz dan Kanal Suez.

Turki berupaya menyelesaikan dokumentasi teknis dan memulai pembangunan tahun ini, memprioritaskan jalur kereta api untuk transportasi cargo yang efektif dan pengurangan emisi karbon. Jika selesai, proyek ini dapat mengurangi ketergantungan logistik global terhadap Selat Hormuz, yang saat ini面临 risiko gangguan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait