Turkiye target bangun jalur alternatif Selat Hormuz dalam 3 tahun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Turki menargetkan penyelesaian proyek koridor transportasi baru yang menghubungkan Teluk Persia dengan Eropa melalui Irak dalam waktu tiga tahun untuk mengurangi ketergantungan pada Selat Hormuz. Proyek ini mencakup pembangunan jalur kereta api, jalan tol, serta infrastruktur telekomunikasi dan energi sepanjang 1.200 kilometer dari Pelabuhan Al-Faw di Irak ke Turki, dengan sambungan ke Eropa. Selat Hormuz merupakan jalur kunci untuk distribusi seperlima minyak dunia dan berisiko gangguan akibat konflik AS-Iran.
Biaya pembangunan jalur kereta api diperkirakan hingga 15 miliar dolar AS. Turki dan Irak telah menyepakati pembangunan pos lintas batas baru di Faysh Khabur-Ovakoy serta mekanisme pendanaan. Proyek ini melibatkan Turki, Irak, Qatar, dan Uni Emirat Arab, dengan tujuan menjadi rute perdagangan alternatif untuk menghindari titik rawan maritim seperti Selat Hormuz dan Kanal Suez.
Turki berupaya menyelesaikan dokumentasi teknis dan memulai pembangunan tahun ini, memprioritaskan jalur kereta api untuk transportasi cargo yang efektif dan pengurangan emisi karbon. Jika selesai, proyek ini dapat mengurangi ketergantungan logistik global terhadap Selat Hormuz, yang saat ini面临 risiko gangguan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 31 Juli 2026 pukul 17.42
Putus Pengaruh Iran, Turki Siapkan Jalur Alternatif Selat Hormuz
Liputan6.com · 2 Agustus 2026 pukul 15.01
Mengapa Pedestrian Deck Dukuh Atas Dibuat Melingkar? Ini Penjelasan MRT
CNN Indonesia · 1 Agustus 2026 pukul 09.21
Menantang Arus dan Terowongan MRT, Wujudkan Pedestrian Deck Dukuh Atas
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 19.09
WSP PunyaInovasi Infrastruktur Berbasis Budaya, Raih Penghargaan Ini
Berita terkait
Ada Kotoran Manusia di Kursi, Transjakarta Tarik Bus untuk Disterilisasi
kumparan · 2 Oktober 2026 pukul 20.15
Video: Truk ODOL Dilarang Melintas 2027, Bisnis Logistik Komentar Ini
CNBC Indonesia · 30 September 2026 pukul 18.10
China Makin Tak Terkalahkan, Jaringan Kereta Cepat Tembus 50.000 Km
CNBC Indonesia · 30 September 2026 pukul 16.40
LRT Jakarta Telan Rp2,7 Triliun, Danantara Dihadapkan Proyek Minim Cuan
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 06.58