Putus Pengaruh Iran, Turki Siapkan Jalur Alternatif Selat Hormuz
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Turki merencanakan pembangunan jalur transportasi baru untuk mengurangi ketergantungan pada Selat Hormuz, yang vital untuk distribusi sekitar satu kelima minyak dunia dan berisiko gangguan akibat konflik AS-Iran. Proyek ini mencakup jalur kereta api, jalan tol, serta infrastruktur telekomunikasi dan energi sepanjang 1.200 km dari Pelabuhan Al-Faw di Irak ke Turki, dengan sambungan ke Eropa. Menteri Perhubungan Turki, Abdulkadir Uraloglu, menyebut target penyelesaian dalam tiga tahun, meskipun estimasi awal adalah empat hingga lima tahun.
Biaya jalur kereta api diperkirakan mencapai 15 miliar dolar AS atau sekitar Rp 270,5 triliun. Turki dan Irak telah menyepakati pos lintas batas baru di Faysh Khabur-Ovakoy serta mekanisme pendanaan. Turki sedang menyelesaikan dokumentasi teknis dan berencana memulai konstruksi tahun ini, dengan prioritas pada jalur kereta api untuk transportasi cargo yang efektif dan pengurangan emisi karbon. Jika selesai, proyek ini dapat menurunkan ketergantungan logistik global terhadap Selat Hormuz.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 31 Juli 2026 pukul 16.06
Turkiye target bangun jalur alternatif Selat Hormuz dalam 3 tahun
Liputan6.com · 2 Agustus 2026 pukul 15.01
Mengapa Pedestrian Deck Dukuh Atas Dibuat Melingkar? Ini Penjelasan MRT
Detik.com · 2 Agustus 2026 pukul 12.50
Iran Sindir Keras AS: Koar-koar Ancam Eskalasi tapi Tuntut Negosiasi
SINDOnews · 1 Agustus 2026 pukul 14.55
Selat Hormuz Makin Horor, Harga Minyak Dunia Cetak Rekor Terparah Sepanjang Juli
Berita terkait
Bentar Lagi Ada Tol Baru: ke Bali Bak Sejengkal, JKT-Bandung Bye Macet
CNBC Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 20.45
Harga Minyak Dunia Menguat Usai AS Ancam Isolasi Ekonomi Iran
Liputan6.com · 15 Agustus 2026 pukul 08.30
Prabowo Ingin Pangkas Besar-Besaran Subsidi BBM
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 17.28
Prabowo Bakal Setop Pembangkit Listrik Diesel 13 GW, Ganti PLTS
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 17.07