Update Perang AS-Iran: Pangeran Arab Bergerak, Trump Tahan Serangan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden AS Donald Trump menunda rencana serangan terhadap Iran selama masih ada peluang untuk mencapai kesepakatan yang menghentikan ambisi nuklir Teheran dan membuka kembali Selat Hormuz. Pernyataan ini disampaikan setelah pembicaraan dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, dan didukung oleh Israel. Di sisi lain, Iran dan Oman sedang dalam tahap akhir perundingan, namun menurut Menteri Luar Negeri Iran, pembahasan hanya fokus pada jalur pelayaran baru, bukan pembukaan langsung Selat Hormuz.
Konflik antara AS-Israel dan Iran telah berlangsung lima bulan, dengan Iran sebagian besar menutup Selat Hormuz yang sebelum perang menyalurkan sekitar 20% pasokan minyak dan gas alam dunia. Penutupan ini mendorong kenaikan harga energi global, di mana kontrak berjangka Brent naik 24% sepanjang Juli. Tekanan ekonomi meningkat, dan kelompok Houthi di Yaman juga mengancam jalur Bab el-Mandeb, vital bagi ekspor minyak. Sementara itu, Israel menegaskan kesiapan bertindak terhadap Iran terlepas dari kesepakatan.
Iran membantah mengembangkan senjata nuklir dan memandang ancaman AS sebagai perang psikologis, namun tetap meningkatkan kesiapan pencegahan. Para pejabat AS dan Israel, termasuk Trump dan Netanyahu, terus membahas opsi dari diplomasi hingga kekuatan militer. Insiden maritim terbaru di perairan Oman, seperti kerusakan pada tanker, menambah ketegangan di kawasan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 2 Agustus 2026 pukul 03.30
Ini 2 Cara Tercepat Mengakhiri Perang AS dan Iran
SINDOnews · 4 Agustus 2026 pukul 11.12
Analis: Iran Temukan Senjata yang Lebih Ampuh daripada Bom Nuklir dan Itu Berhasil
Berita terkait
Iran Sebut Trump Delusi karena Ingin Deklarasikan Selat Hormuz Wilayah AS
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 07.29
Donald Trump Berencana Klaim Selat Hormuz Jadi Wilayah AS Usai Perang Iran
Media Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 04.04
Respons Klaim Trump, Iran Beri Jawaban Terbaru soal Selat Hormuz
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 21.10
Selat Hormuz Belum Pulih, Defisit Minyak Global Makin Parah Tembus 1,8 Juta Barel per Hari
SINDOnews · 13 Agustus 2026 pukul 09.07