Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Analis: Iran Temukan Senjata yang Lebih Ampuh daripada Bom Nuklir dan Itu Berhasil

Analis menilai Iran memiliki senjata yang lebih efektif daripada bom nuklir, yaitu pengaruhnya atas Selat Hormuz. Selama enam bulan konfrontasi dengan AS dan Israel, cengkeraman Teheran di jalur pelayaran strategis itu terbukti mampu mengganggu perdagangan energi global. Dampaknya dirasakan luas, termasuk di AS, dan membuat konsumen frustrasi terhadap intervensi militer yang tidak populer. Meski pemerintahan Donald Trump awalnya berfokus pada program nuklir Iran, justru ancaman penutupan Selat Hormuz yang menjadi alat tekanan utama. Trump disebut membatalkan serangan yang sebelumnya ia janjikan sebagai 'serangan terbesar sejak Perang Dunia II'. Mantan pejabat senior Angkatan Laut AS, Joshua Tallis, mengatakan kemampuan Iran menimbulkan penderitaan ekonomi global adalah senjata yang lebih ampuh daripada bom nuklir. Ancaman menutup Selat Hormuz sebenarnya telah lama disuarakan Iran sejak perang dengan Irak pada 1980-an dan menguat kembali setelah AS keluar dari kesepakatan nuklir 2015. Kini ancaman itu terwujud. Serangan terhadap kapal komersial dinilai hemat biaya tetapi menghancurkan, karena memicu efek berantai pada perusahaan pelayaran, asuransi, dan pelaut. Sementara itu, stok amunisi mahal AS terkuras, sedangkan Iran disebut mampu membangun kembali kemampuan murahnya lebih cepat dari perkiraan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait