Analis: Iran Temukan Senjata yang Lebih Ampuh daripada Bom Nuklir dan Itu Berhasil
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Analis menilai Iran memiliki senjata yang lebih efektif daripada bom nuklir, yaitu pengaruhnya atas Selat Hormuz. Selama enam bulan konfrontasi dengan AS dan Israel, cengkeraman Teheran di jalur pelayaran strategis itu terbukti mampu mengganggu perdagangan energi global. Dampaknya dirasakan luas, termasuk di AS, dan membuat konsumen frustrasi terhadap intervensi militer yang tidak populer. Meski pemerintahan Donald Trump awalnya berfokus pada program nuklir Iran, justru ancaman penutupan Selat Hormuz yang menjadi alat tekanan utama. Trump disebut membatalkan serangan yang sebelumnya ia janjikan sebagai 'serangan terbesar sejak Perang Dunia II'. Mantan pejabat senior Angkatan Laut AS, Joshua Tallis, mengatakan kemampuan Iran menimbulkan penderitaan ekonomi global adalah senjata yang lebih ampuh daripada bom nuklir. Ancaman menutup Selat Hormuz sebenarnya telah lama disuarakan Iran sejak perang dengan Irak pada 1980-an dan menguat kembali setelah AS keluar dari kesepakatan nuklir 2015. Kini ancaman itu terwujud. Serangan terhadap kapal komersial dinilai hemat biaya tetapi menghancurkan, karena memicu efek berantai pada perusahaan pelayaran, asuransi, dan pelaut. Sementara itu, stok amunisi mahal AS terkuras, sedangkan Iran disebut mampu membangun kembali kemampuan murahnya lebih cepat dari perkiraan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 05.32
Deal! Ada Kesepakatan Baru soal Selat Hormuz, Iran Untung Besar?
Detik.com · 6 Agustus 2026 pukul 02.01
Iran Klaim Sepakat dengan Oman Kelola Bersama Selat Hormuz
CNBC Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 20.20
Iran Punya Senjata Lebih Kuat dari Nuklir, AS Dibuat "Mati Kutu"
JPNN.com · 4 Agustus 2026 pukul 11.05
Sebelum Ambil Tindakan Militer Lebih Keras, Trump Beri Iran Peluang Capai Kesepakatan
Berita terkait
Respons Klaim Trump, Iran Beri Jawaban Terbaru soal Selat Hormuz
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 21.10
Gertak Balik AS, Iran Minta Trump Berhenti Berkhayal Kuasai Selat Hormuz
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 07.53
Iran Sebut Trump Delusi karena Ingin Deklarasikan Selat Hormuz Wilayah AS
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 07.29
Tantangan Baru Iran untuk AS, Trump "Mimpi" Caplok Selat Hormuz
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 06.25