RKAB Belum Terbit, BYAN Umumkan Kondisi Kahar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mengumumkan keadaan kahar (force majeure) terkait tiga anak usahanya yakni PT Tiwa Abadi (TA), PT Tanur Jaya (TJ), dan PT Fajar Sakti Prima (FSP) pada 11 September 2026. Kondisi ini disebabkan belum terbitnya persetujuan perubahan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026, meskipun permohonan telah diajukan sesuai ketentuan perundang-undang. Dampaknya, ketiga anak usaha BYAN tidak dapat memenuhi kewajiban pasokan batu bara kepada pelanggan berdasarkan Coal Supply Agreement. Pemberitahuan keadaan kahar dilakukan untuk meminimalisir risiko dan konsekuensi bagi perusahaan dan anak-anak perusahaannya. Manajemen menekankan bahwa langkah ini diharapkan dapat melindungi kepentingan seluruh pihak terkait.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 15 September 2026 pukul 13.22
Bayan Umumkan Alami Force Majeure di Tengah Isu Haji Isam Borong Saham
Warta Ekonomi · 15 September 2026 pukul 11.18
Saham Bayan Resources (BYAN) Anjlok Tajam akibat Force Majeure 3 Anak Usaha
Warta Ekonomi · 14 September 2026 pukul 19.59
3 Anak Usaha Bayan Resources Nyatakan Force Majeure, RKAB 2026 Jadi Biang Masalah
CNBC Indonesia · 15 September 2026 pukul 06.21
BYAN Kasih Pengumuman Penting di Tengah Rumor Akuisisi oleh Haji Isam
Berita terkait
Saham Bayan Ambruk 11 Persen di Sesi I Perdagangan Hari Ini
CNN Indonesia · 14 September 2026 pukul 14.00
RKAB Dipangkas, ESDM Pamer Setoran ke Negara Melejit!
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 13.20
Setoran Tambang Batu Bara-Nikel Cs Tembus Rp108 T Sampai Agustus 2026
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 11.45
RKAB Dipangkas, Produksi Batu Bara RI Turun 8 Juta Ton/Bulan di 2026
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 20.45