Usai Kasus Keracunan, BGN Pertimbangkan Test Kit di Setiap Dapur MBG
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Gizi Nasional (BGN) sedang mempertimbangkan pemasangan alat uji cepat atau test kit di seluruh dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyusul kasus keracunan makanan, termasuk yang terjadi di Berastagi. Kepala BGN Sudaryono menjelaskan bahwa pemeriksaan organoleptik, yaitu mengecek bau, rasa, dan mencicipi makanan, dinilai tidak cukup untuk memastikan keamanan makanan.
BGN berencana menggunakan bahan kimia pada test kit untuk mendeteksi kemungkinan kontaminasi seperti arsen atau pembusukan sebelum makanan dikonsumsi. Sudaryono menyebutkan bahwa model ini sudah diterapkan oleh beberapa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), termasuk SPPG yang dikelola Bhayangkari dari Polri, yang sejauh ini tidak memiliki catatan kasus keracunan. Dari sekitar 27 ribu dapur MBG yang beroperasi, BGN menekankan bahwa sebagian besar telah beroperasi dengan baik.
Selain itu, terkait kebijakan insentif Rp6 juta per hari bagi setiap SPPG, Sudaryono mengatakan bahwa kebijakan tersebut masih dalam tahap evaluasi dan peninjauan lebih lanjut oleh BGN.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 18.35
Sudaryono: Tak Peduli SPPG Punya Siapa, Tak Sesuai Standar Saya Tutup
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 02.35
Keracunan MBG di Karo, Kepala BGN Minta Kepala SPPG Setempat Dipecat
JPNN.com · 18 Agustus 2026 pukul 06.37
BGN Bakal Wajibkan Penggunaan Test Kit pada Dapur MBG, Seusai Keracunan Massal
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 22.55
Momen Prabowo-Gibran Terima Ompreng MBG dari Parade Mobil BGN di Monas
Berita terkait
Kepala BGN tingkatkan status keracunan MBG jadi kejadian fatal
ANTARA News · 3 Agustus 2026 pukul 17.10
137 Kepala Dapur SPPG Dicopot!
Detik.com · 3 Agustus 2026 pukul 16.53
Sudaryono Minta Maaf kepada Korban Keracunan MBG, Janji Tanggung Biaya Pengobatan
JPNN.com · 2 Agustus 2026 pukul 11.22
BGN Tutup Permanen 1.300 Dapur SPPG Bermasalah
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 17.01