Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Sudaryono: Tak Peduli SPPG Punya Siapa, Tak Sesuai Standar Saya Tutup

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyatakan akan menutup permanen Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) alias dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak memenuhi standar, tanpa memandang pihak yang memiliki atau mengelola dapur tersebut. Pernyataan ini disampaikan saat merespons evaluasi BGN setelah insiden dugaan keracunan makanan MBG yang dialami sejumlah siswa SMAN 1 Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatra Utara.

Sudaryono mengungkapkan BGN telah menutup sekitar 1.300 SPPG dalam tiga pekan sejak dirinya menjabat, terdiri dari sekitar 800 yang ditutup dan 500 lainnya. Tindakan ini berlaku bagi seluruh SPPG yang tidak dapat memenuhi standar operasional BGN, dan dapur yang tidak dapat diperbaiki akan ditutup permanen. BGN juga mengevaluasi prosedur pemeriksaan makanan karena pemeriksaan organoleptik seperti melihat bau dan mencicipi tidak selalu dapat mendeteksi potensi keracunan. BGN mempertimbangkan penggunaan test kit di setiap dapur SPPG untuk memeriksa zat berbahaya maupun kondisi makanan, dengan mempelajari penggunaannya dari sejumlah SPPG termasuk yang dikelola Bhayangkari dari Polri.

BGN telah mencopot kepala SPPG terkait insiden Berastagi dan menyegel dapur tersebut. Mereka berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Karo dan Dinas Kesehatan untuk pemeriksaan sampel sisa makanan. Dari 27 ribu dapur, sebagian besar bekerja dengan baik, sementara yang belum baik dievaluasi dan yang tidak bisa diperbaiki ditutup. Personel yang tidak bisa mengikuti standar tinggi akan dicopot atau diberhentikan status ASN PPPK-nya.

Peristiwa ini diliput 3 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait