Jakarta · Kamis, 17 September 2026Cari
WargaKonoha

Vaksin Lintas Generasi

Vaksinasi tidak hanya melindungi individu, tetapi juga memberikan dampak lintas generasi hingga masa dewasa dan lansia. Menurut WHO, vaksin dapat mencegah setidaknya 30 penyakit infeksi seperti campak, polio, dan influenza, bahkan telah menyelamatkan 154 juta jiwa sejak 1974. Vaksinasi juga mendukung kesehatan keluarga dan masyarakat dengan meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi kunjungan ke fasilitas kesehatan. WHO mengidentifikasi lima periode kehidupan yang dilindungi vaksin: bayi, anak-anak, remaja, dewasa, dan lansia, termasuk saat kehamilan dan daerah endemis penyakit seperti malaria atau demam kuning. Program vaksinasi juga berperan penting dalam mengendalikan pandemi seperti COVID-19 dan mencegah penyakit menular yang sudah dikendalikan atau bahkan dieradikasi, seperti cacar dan polio.

Meski berhasil, tantangan masih ada. Pada 2024, sekitar 20 juta anak di seluruh dunia tidak lengkap vaksinasinya. Di Indonesia, hanya 56,4% anak usia 12–23 bulan yang mendapat imunisasi lengkap, dengan ketimpangan mencolok antarprovinsi, seperti 95% di Sulawesi Utara vs 3,6% di Aceh. Vaccine hesitancy menjadi salah satu penyumbang utama, disebabkan oleh informasi yang tidak akurat. Penangkalnya melibatkan peran media, tenaga kesehatan, pemerintah, dan tokoh masyarakat untuk membangun kepercayaan publik dan menyebarkan informasi ilmiah yang valid.

WHO menekankan bahwa vaksinasi adalah investasi penting untuk kesehatan global dan stabilitas negara. Dukungan penuh dari semua pihak diperlukan agar program ini dapat berjalan optimal dan mencapai seluruh lapisan masyarakat, khususnya anak-anak yang rentan.

Berita terkait