Video: Ekonom Bongkar "Jurus" RI Lawan Efek Lonjakan Impor Minyak
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ekonomi Indonesia pada Kuartal II-2026 tumbuh 5,29% (yoy), dengan total pertumbuhan Semester I-2026 mencapai 5,46% (ctc). Pertumbuhan ini didorong oleh program pemerintah dan peningkatan investasi, meskipun melambat dibanding Kuartal I akibat hilangnya efek musiman Lebaran serta mulai terasa dampak volatilitas global.
Namun, Indonesia menghadapi tantangan berupa defisit APBN, neraca transaksi berjalan, dan saving investment gap. Selain itu, terjadi defisit neraca dagang sebesar USD 2 miliar pada April-Juni 2026 akibat lonjakan impor minyak dan gas saat harga energi naik. Untuk mengatasinya, pemerintah didorong meningkatkan ekspor komoditas pertanian dan perkebunan seperti kopi, cokelat, dan pala guna mengimbangi tekanan pada ekspor batu bara, CPO, dan nikel.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 17.19
Belajar Ekonomi Merdeka dari Lomba 17 Agustus
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 08.30
Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan: Tantangan Indonesia Membangun Ekonomi yang Adil
Warta Ekonomi · 15 Agustus 2026 pukul 08.29
Menko Airlangga Ungkap 3 Mesin Pertumbuhan Ekonomi RI 2027, Ada Digitalisasi hingga Bursa Mineral
ANTARA News · 14 Agustus 2026 pukul 19.50
Pemerintah nyatakan cadangan devisa aman senilai 145,3 miliar dolar AS
Berita terkait
Video: Ekonom Bedah Pertumbuhan Ekonomi 5,29%, Fundamental RI Kuat?
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 10.06
Ekonom sebut Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen di 2027 Tidak Realistis
JawaPos · 17 Agustus 2026 pukul 19.15
Video: Agar Ekonomi Tumbuh Lebih Cepat, Pemerintah Harus Lakukan Ini
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 14.00
Pemerintah Sebut Prospek Pertumbuhan Ekonomi RI Positif
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 18.22