Wacana Layer Baru Cukai Rokok Dinilai Berisiko Perluas Peredaran Rokok Murah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah sedang mempertimbangkan penambahan lapisan (layer) baru dalam struktur cukai hasil tembakau (CHT) untuk menarik pelaku usaha rokok ilegal masuk ke jalur resmi. Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budi Utama menyatakan bahwa kajian terkait skema ini masih dalam proses dan keputusan akhir belum diambil. Fenomena downtrading, yaitu perpindahan konsumen ke rokok dengan harga lebih murah, menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi pembahasan kebihakan ini. Menurut sejumlah pihak, perubahan struktur tarif perlu memperhitungkan dampaknya terhadap ketersediaan rokok murah dan pola konsumsi masyarakat secara keseluruhan. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyoroti risiko negatif dari kebijakan ini. Ketua Pengurus Harian YLKI, Niti Emiliana, menilai bahwa penambahan layer atau perubahan batas produksi pada golongan tarif rendah berpotensi memperluas ketersediaan rokok murah. Ia khawatir kebijakan ini justru meningkatkan risiko paparan rokok pada kelompok rentan seperti anak-anak dan masyarakat ekonomi bawah, sekaligus mengundurkan diri dari upaya pengendalian rokok.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 23 September 2026 pukul 08.52
Fenomena Downtrading Marak, Mengapa Usulan Kebijakan Cukai Justru Dikritik?
Berita terkait
Marak Rokok Ilegal, Gudang Garam Hati-Hati Kerek Harga Jual
Liputan6.com · 10 September 2026 pukul 16.30
Tambah Layer Cukai Rokok, LPEM UI: Penerimaan Negara Bisa Turun
SINDOnews · 1 September 2026 pukul 20.41
Tambah Layer Cukai Rokok Berisiko Picu Downtrading dan Tekan Penerimaan Negara
Warta Ekonomi · 1 September 2026 pukul 15.40
Rencana Tambah Layer Cukai Rokok Dinilai Berisiko Picu Downtrading dan Tekan Penerimaan Negara
JawaPos · 1 September 2026 pukul 12.30