Wakil Ketua DPR Dasco Minta Realokasi Anggaran untuk Tangani Gempa NTT
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mendorong pemerintah melalui Menteri Keuangan untuk merealokasi anggaran demi penanggulangan pascagempa magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus. DPR telah menugaskan pimpinan dan anggotanya ke NTT pada 16 Agustus bersama Menteri Keuangan untuk memberikan bantuan dan mendorong relokasi anggaran yang diperlukan. Pemerintah Provinsi NTT menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari, dari 15 hingga 28 Agustus 2026. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia mencapai 68 orang per Senin, 17 Agustus, dengan korban tersebar di Kabupaten Manggarai (26 orang), Manggarai Timur (24 orang), Nagekeo (8 orang), Sikka (4 orang), serta Ende, Manggarai Barat, dan Ngada masing-masing 2 orang. Selain itu, 213 orang mengalami luka-luka. Hingga 17 Agustus, tercatat 1.576 gempa susulan dengan magnitudo terbesar mencapai 6,2, di mana 54 di antaranya dirasakan warga. Aktivitas gempa masih fluktuatif dan pola peluruhan belum terlihat jelas, dengan kondisi diperkirakan mulai stabil dalam dua hingga tiga minggu ke depan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 14.19
Bantu Korban Gempa, Tim Solidaritas Kemanusiaan Mulai Bergerak di NTT
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 14.17
Gempa NTT, Mendagri Minta Percepat Pendataan Sekolah & Rumah Ibadah Rusak
SINDOnews · 18 Agustus 2026 pukul 14.04
Kerahkan Pesawat Angkut A400M, Menhan Sjafrie Bawa 20,9 Ton Bantuan Kemanusiaan ke NTT
kumparan · 18 Agustus 2026 pukul 11.54
DPR Kembali Turun ke NTT Besok, Beri Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa
Berita terkait
KPK Bakal Kumpulkan Donasi Bantu Korban Terdampak Gempa Bumi di NTT
VOI · 18 Agustus 2026 pukul 11.10
Sampai Kapan Gempa Susulan Guncang NTT? Ini Prediksi BMKG
CNN Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 10.18
BMKG: 2.119 Gempa Bumi Susulan Terjadi di NTT
kumparan · 18 Agustus 2026 pukul 08.28
Gempa NTT Sudah Telan 68 Nyawa, Pemerintah Tegaskan Belum Butuh Bantuan Asing
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 07.40