WALHI: Ribuan Hotspot di Gambut dan Konsesi Bukti Negara Gagal Tindak Korporasi Karhutla
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) menilai pemerintah gagal menindak tegas korporasi yang bertanggung jawab atas kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pada periode 25–31 Agustus 2026, terdeteksi 6.902 titik panas di seluruh Indonesia, dengan 5.201 di Pulau Kalimantan. Analisis citra satelit menunjukkan hampir 50 persen titik panas berada di areal konsesi korporasi sektor kehutanan dan perkebunan kelapa sawit. Selain itu, 1.882 titik panas terdeteksi di atas ekosistem gambut di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Riau, dan Jambi. Kondisi ini memicu ISPU di Kalimantan Barat dan Tengah mencapai kategori tidak sehat hingga berbahaya. WALHI menyatakan bahwa karhutla merupakan konsekuensi dari kegagalan tata kelola perizinan, pengawasan yang buruk, dan penegakan hukum yang lemah. Mereka mendesak penilaian ulang perizinan, pencabutan izin bagi pelaku pelanggar, serta pemulihan ekosistem gambut agar selaras dengan komitmen FOLU Net Sink dan target NDC Indonesia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 31 Agustus 2026 pukul 23.10
Gelar Ritual Memohon Hujan, MADN Imbau Warga Dayak Setop Membakar Lahan
JawaPos · 31 Agustus 2026 pukul 22.00
Indonesia Dapat Bantuan dari Jepang untuk Penanganan Karhutla di Kalimantan
JPNN.com · 31 Agustus 2026 pukul 20.04
Indef: Karhutla Kalimantan Picu Efek Berantai yang Rugikan Ekonomi Lokal
Liputan6.com · 31 Agustus 2026 pukul 19.48
Titik Panas di 3 Provinsi Kalimantan Bertambah
Berita terkait
Tepung Ubi Bukan Solusi Utama Tangani Karhutla Kalimantan, Pahami Karakteristik Gambut
JawaPos · 29 Agustus 2026 pukul 11.15
7 Perusahaan Diduga Biang Kerok Karhutla Kalimantan Akan Disegel Pekan Ini
JPNN.com · 27 Agustus 2026 pukul 21.00
5 Perusahaan Kena Sanksi Karhutla Kalimantan, 1 Izin Dibekukan
CNBC Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 22.00
Daftar 6 Perusahaan di Kalimantan Disanksi Kemenhut Buntut Karhutla
CNN Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 14.30