Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Wamenag soal Kasus Hafalan Qur'an demi Miras: Hukum Harus Ditegaskan

Insiden terjadi di festival musik The Sounds Project di Jakarta, di mana sebuah stan menawarkan tantangan hafalan Surah Al-Qur'an Ad-Dhuha untuk ditukar dengan minuman keras. Video peristiwa itu viral di media sosial, memicu kecaman dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan laporan ke polisi yang berujung pada pengusutan kasus.

Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafii menekankan pentingnya penegakan hukum, meminta aparat mengusut secara profesional semua pihak yang bertanggung jawab. Dia juga mengingatkan agar kebebasan berekspresi tidak melampaui batas penghormatan terhadap agama, merujuk pada kasus Holywings tahun 2022. Polisi telah mengamankan dua terduga pelaku berinisial R dan E.

Penyelenggara acara, The Sounds Project, serta MC dan manajemen booth Newport, menyampaikan permintaan maaf, menyatakan bahwa kejadian itu spontan dan bukan bagian dari konpromosi atau konsep acara mereka. Mereka menyesali kelalaian pengawasan dan berharap kasus ini menjadi pelajaran untuk mencegah penggunaan agama sebagai bahan pemasaran di masa depan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait