Wamendagri soal Sayembara Tangkap Begal: Inovasi Jangan Lemahkan Hukum
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303263/original/096135900_1784623451-WhatsApp_Image_2026-07-21_at_14.56.31.jpeg)
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya menanggapi sayembara tangkap begal yang digagas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Bima Arya menegaskan bahwa inovasi kepala daerah tidak boleh melemahkan penegakan hukum dan harus tetap berkoordinasi dengan aparat. Ia menilai patroli adalah langkah paling tepat untuk mengatasi maraknya begal, karena menunjukkan kehadiran pemerintah dan aparat di lapangan.
Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa insentif Rp10 juta bagi warga yang menangkap pelaku begal adalah strategi psikologis untuk mencegah main hakim sendiri. Hadiah hanya diberikan jika pelaku diserahkan ke polisi dalam kondisi utuh dan telah ditetapkan sebagai tersangka. Jika ada penganiayaan, hadiah dibatalkan.
Kebijakan ini menuai perhatian karena menggabungkan insentif warga dengan aturan ketat agar tidak terjadi kekerasan berlebihan. Bima Arya mengingatkan agar inovasi tetap dalam koridor hukum dan tidak mengurangi koordinasi dengan aparat penegak hukum.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 28 Juli 2026 pukul 16.40
Wamendagri soal Sayembara Begal KDM: Jangan Langsung Lompat ke Inovasi
Berita terkait
Bareskrim Bongkar Penyeludupan Emas Ilegal ke Dubai
Liputan6.com · 16 Agustus 2026 pukul 16.27
Perkosa Remaja 14 Tahun, Penagih Utang di Banyumas Ditangkap
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 15.14
Indonesia Berpeluang Perkuat Posisi Liquidity Hub Aset Kripto
JPNN.com · 16 Agustus 2026 pukul 10.57
Pengamat Hukum Sebut Upaya Praperadilan Jangan Sampai Jadi Ruang Lobi Politik
Media Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 21.56