Wamendagri soal Sayembara Tangkap Begal: Inovasi Jangan Lemahkan Hukum
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303263/original/096135900_1784623451-WhatsApp_Image_2026-07-21_at_14.56.31.jpeg)
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya menanggapi sayembara tangkap begal yang digagas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Bima Arya menegaskan bahwa inovasi kepala daerah tidak boleh melemahkan penegakan hukum dan harus tetap berkoordinasi dengan aparat. Ia menilai patroli adalah langkah paling tepat untuk mengatasi maraknya begal, karena menunjukkan kehadiran pemerintah dan aparat di lapangan.
Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa insentif Rp10 juta bagi warga yang menangkap pelaku begal adalah strategi psikologis untuk mencegah main hakim sendiri. Hadiah hanya diberikan jika pelaku diserahkan ke polisi dalam kondisi utuh dan telah ditetapkan sebagai tersangka. Jika ada penganiayaan, hadiah dibatalkan.
Kebijakan ini menuai perhatian karena menggabungkan insentif warga dengan aturan ketat agar tidak terjadi kekerasan berlebihan. Bima Arya mengingatkan agar inovasi tetap dalam koridor hukum dan tidak mengurangi koordinasi dengan aparat penegak hukum.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 28 Juli 2026 pukul 16.40
Wamendagri soal Sayembara Begal KDM: Jangan Langsung Lompat ke Inovasi
Berita terkait
Kasus Challenge Hafalan Al Quran Berhadiah Miras P21, Polda Metro Limpahkan 4 Tersangka ke Kejari
SINDOnews · 2 Oktober 2026 pukul 22.08
UI Innovation Festival 2026 Dorong Riset Kampus Jadi Produk
JawaPos · 2 Oktober 2026 pukul 20.00
MK Tolak Gugatan Gibran? Gatot Nurmantyo Khawatir Ini yang Akan Terjadi Selanjutnya
Warta Ekonomi · 2 Oktober 2026 pukul 19.40
Polisi Sebut Kasus Tarif Parkir Rp 1 Juta di Alkid Bukan Pungli
JPNN.com · 2 Oktober 2026 pukul 19.27