Jakarta · Senin, 7 September 2026Cari
WargaKonoha

Wamendikti Stella Imbau Kampus di Jakarta-Lampung Kurangi Aktivitas Outdoor

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie mengimbau perguruan tinggi di Jakarta dan Lampung untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Debu vulkanik yang dikeluarkan erupsi ini lebih halus daripada bedak bayi dan mengandung silika yang dapat menyakitkan paru-paru serta berpotensi menyebabkan kanker jika terhirup. Stella menekankan agar imbauan ini tidak membuat masyarakat panik, namun setiap kampus harus menilai situasi secara rasional dengan mempertimbangkan manfaat dan mudarat dari setiap aktivitas. Jika suatu kegiatan tidak penting, sebaiknya dilakukan di dalam ruangan atau ditunda. Namun, jika manfaatnya jauh lebih besar dari risikonya, aktivitas tersebut tetap dapat dilanjutkan. Stella juga menegaskan bahwa perkuliahan tidak harus dilakukan secara daring, terutama jika dilakukan di dalam ruangan. Setiap perguruan tinggi harus menilai kondisi lokasinya sendiri karena dampak bencana bersifat regional. Kementerian hanya memberikan imbauan, sementara keputusan akhir diserahkan pada kepala masing-masing kampus yang paling mengerti kondisi setempat. Stella mengingatkan bahwa terdapat lebih dari 4.000 perguruan tinggi di Indonesia yang tersebar dari Sabang hingga Merauke, sehingga tidak semua terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau secara langsung.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait