Waspada El Nino Menguat, Pemerintah Diminta Serius Tangani Dampak Kekeringan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Anggota Komisi VIII, Muhamad Abdul Azis Sefudin, memperingatkan bahwa fenomena El Niño pada tahun 2026 berpotensi melebihi level kuat dan berlangsung hingga awal 2027. Ia mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk bergerak cepat dalam menangani ancaman kekeringan yang mungkin terjadi, serta meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) segera memperluas Operasi Modifikasi Cuaca (hujan buatan) di wilayah rawan kering. Azis menekankan bahwa tindakan pencegahan dini jauh lebih hemat biaya daripada mengatasi krisis air setelah terjadi, dan menyerukan agar hujan buatan difokuskan untuk mengisi bendungan, waduk, dan embung strategis. Ia juga memperingatkan dampak berantai dari kekeringan ekstrem, termasuk gagal panen yang dapat menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga bahan pangan pokok, serta risiko wabah penyakit akibat kurangnya akses air bersih, terutama bagi kelompok rentan seperti anak‑anak, ibu hamil, dan lansia. Peringatan ini bertujuan agar dampak El Niño tidak berkembang menjadi krisis sosial yang lebih luas.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 5 Agustus 2026 pukul 21.13
Hujan Buatan Jadi Harapan saat Kemarau Berkepanjangan
CNBC Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 13.55
El Nino Datang Lebih Cepat, Kepala BMKG Jelaskan Penyebabnya
CNBC Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 12.10
El Nino OTW Sangat Kuat, Kepala BMKG Kasih Peringatan Begini
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 16.45
7 Provinsi Kena Peringatan BMKG Siaga 1 Efek Panas Mendidih Kemarau
Berita terkait
Pakar Sebut Potensi El Nino "Pecah" pada Oktober-Desember
CNN Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 12.30
FOTO: Oase Hijau Jakarta Meranggas, Taman Kota Gersang Akibat El Nino
CNN Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 11.30
Menelisik Taktik Hadapi Paceklik
Detik.com · 30 September 2026 pukul 14.45
Siaga Darurat Kekeringan di Kulon Progo Diperpanjang, Anggaran Bertambah
JPNN.com · 29 September 2026 pukul 23.37