Zhu Rongji
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
.jpeg)
Zhu Rongji, mantan Perdana Menteri Tiongkok yang dikenal keras dalam pemberantasan korupsi, meninggal dunia pada 12 Agustus 2026 di usia 97 tahun. Setelah pensiun, beliau menghilang dari media dan publik selama 23 tahun, sesuai budaya politik Tiongkok yang menghindari sorotan terhadap mantan pemimpin. Penulis artikel hanya pernah melihat Zhu sekali di Nanjing tanpa pertemuan langsung. Selama masa kepemimpinannya, Zhu dikenang sebagai figur yang berani, termasuk dengan katanya "sediakan 100 peti mati, 99 untuk koruptor dan 1 untuk saya".
Pasca-pensiun, Zhu Rongji tak muncul di media resmi Tiongkok, begitu pula dengan Presiden Jiang Zemin yang juga menghilang dari publik. Budaya ini mencerminkan kebijakan Partai Komunis Tiongkok terhadap mantan pemimpin agar tidak menimbulkan sorotan berlebihan. Meski demikian, nama Zhu tetap sering muncul di media internasional sebagai simbol integritas dan ketegasan dalam memerangi korupsi.
Jiang Zemin, presiden saat Zhu menjadi Perdana Menteri, dikenal berhasil mengubah struktur Partai Komunis Tiongkok dari dua kelompok dukungan (buruh dan tani) menjadi tiga, dengan menambahkan pengusaha sebagai kelompok kunci. Transformasi ini menandai perubahan arah ekonomi Tiongkok menuju kapitalisme terbatas, meski partai tetap mengedepankan nilai-nilai komunis.
Bagikan
Berita terkait
Dorongan Penyelesaian RUU Perampasan Aset Harus Diimbangi Kehati-hatian
JawaPos · 26 September 2026 pukul 21.30
Guru Besar Trisakti soal RUU Perampasan Aset: Cepat Penting, tetapi Tepat Jauh Lebih Penting
Liputan6.com · 26 September 2026 pukul 21.09
Pakar Ingatkan Illicit Enrichment Dikaji Hati-hati di RUU Perampasan Aset
Detik.com · 26 September 2026 pukul 12.24
Pengamat: Illicit Enrichment dalam RUU Perampasan Aset Harus Diatur Hati-hati
kumparan · 26 September 2026 pukul 11.48