Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Arsip

Senin, 10 Agustus 2026


Peristiwa hari itu

Semua peristiwa →

  1. ETF Emas Diluncurkan di BEI, Pegadaian Jadi Satu-satunya Penyedia Aset Dasar

    Exchange Traded Fund (ETF) Emas resmi diluncurkan dan mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 10 Agustus 2026, bertepatan dengan peringatan pelaksanaan kembali Pasar Modal Indonesia ke-49. ETF Emas adalah instrumen reksa dana yang aset dasarnya berupa emas fisik dan dapat diperdagangkan di bursa seperti saham. Dalam peluncuran ini, Pegadaian ditunjuk sebagai satu-satunya penyedia aset dasar atau underlying provider ETF emas di Indonesia. Pegadaian menyediakan aset melalui Electronic Gold Receipt (EGR), yaitu bukti kepemilikan emas dalam bentuk elektronik yang mewakili emas fisik. EGR diterbitkan oleh Pegadaian berdasarkan emas fisik yang dimiliki dan/atau dikelola, lalu dapat diperdagangkan kembali kepada Pegadaian sesuai harga yang berlaku. Satu gram emas setara dengan 1.000 EGR, sementara satuan basket ETF ditentukan oleh masing-masing Manajer Investasi. Peluncuran ETF Emas ini diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap investasi emas melalui pasar modal dan memperkuat sinergi antar pelaku bullion di Indonesia. Kolaborasi antara Pegadaian, BEI, OJK, KSEI, dan manajer investasi menjadi dasar peluncuran produk ini. Pengembangan dimulai pada 2024 oleh BEI bersama OJK, dilanjutkan dengan MoU pada 2025 antara Pegadaian dan KSEI untuk persiapan operasional ETF Emas.

  2. Menhut Ungkap Dukungan Prabowo untuk Percepatan Restorasi Ekosistem di Indonesia

    Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyatakan dukungan Presiden Prabowo Subianto terhadap percepatan restorasi ekosistem di Indonesia. Dukungan ini disampaikan saat peringatan Hari Konservasi Alam Nasional 2026 di TWA Muara Angke, Jakarta. Raja Antoni menekankan komitmen kuat Prabowo dalam memulihkan lahan terdegradasi, termasuk dalam pidatonya di PBB tahun sebelumnya.

  3. Menko Polkam Duga Kebakaran Bromo Akibat Human Error, Masih 1-2 Titik Api

    Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago menduga kebakaran hutan dan lahan di kawasan wisata Gunung Bromo, Jawa Timur, disebabkan oleh human error. Menurut Djamari, suhu udara yang dingin membuat pengunjung menyalakan api untuk menghangatkan tubuh, namun api diduga tidak dipadamkan setelah digunakan. Pernyataan ini disampaikan di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat, pada Senin (10/8/2026).