Jakarta · Senin, 24 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Ada Sawit di Balik Karhutla, Sumatera hingga Kalimantan Tidak Terbakar dengan Sendirinya

Kabut asap kembali menyelimuti wilayah Sumatera dan Kalimantan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Aktivis lingkungan Andrew Kalaweit menyatakan bahwa hutan tidak terbakar tanpa sebab, dan menuding peran pembukaan lahan untuk perkebunan kelapa sawit sebagai faktor utama. Ia membedakan praktik berladang tradisional yang ramah lingkungan dengan pembukaan lahan skala besar yang mengutamakan kepentingan komersial sawit.

Polisi menyita barang bukti mencurigakan dari 72 tersangka terkait karhutla di sembilan Polda, termasuk bahan bakar seperti solar dan pertalite, alat tebas seperti parang dan kapak, hingga bibit serta polybag sawit. Modus operandi yang ditemukan adalah pembukaan lahan dengan cara membakar untuk mengurangi biaya operasional, meski metode ini justru menimbulkan risiko besar bagi lingkungan.

Penyidik menggunakan berbagai ketentuan hukum seperti UU Kehutanan, UU Perkebunan, dan UU Lingkungan Hidup untuk menyelesaikan perkara ini. Temuan ini mendukung klaim bahwa sebagian besar pembukaan lahan saat ini tidak lagi untuk pertanian pangan, melainkan eksploitasi perkebunan kelapa sawit yang merusak ekosistem.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait