Airlangga Buka Suara soal Desil Kemensos yang Ramai Dipersoalkan Warga
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa pembagian desil kesejahteraan yang ramai dikritik warga didasarkan pada data sensus ekonomi yang dikumpulkan pemerintah. Data tersebut menjadi bagian dari Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Airlangga menegaskan bahwa penentuan desil menggunakan metode survei, bukan sekadar mengacu pada pengeluaran atau kepemilikan aset. Menurutnya, desil merupakan pengelompokan tingkat kesejahteraan keluarga berdasarkan variabel sosial ekonomi tertentu. Variabel yang digunakan dalam penilaian desil meliputi pekerjaan dan pendidikan anggota keluarga, kondisi tempat tinggal, daya listrik, serta kepemilikan aset. Sistem ini bertujuan untuk memastikan penerima bantuan sosial tepat sasaran sesuai kondisi ekonomi mereka. Namun, sejumlah pihak masih menilai bahwa hasil pemetaan desil belum sepenuhnya mencerminkan kondisi ekonomi keluarga di lapangan. Kementerian Sosial juga membuka mekanisme revisi desil bagi warga yang merasa tidak sesuai, serta pelaporan terhadap orang yang seharusnya berhak menerima bantuan sosial tetapi belum terdaftar.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 20.20
Ada Perubahan Desil, Pemprov DIY Selaraskan Data dengan BPS
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 13.14
Bisakah Data Desil Berubah? Begini Jawaban Airlangga
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 19.19
Memahami Desil 1-10 dalam DTSEN Kemensos dan Kriteria Penerima Bansos
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 12.32
Desil Dinilai Tak Sesuai Kondisi Ekonomi, Ini Respons Airlangga
Berita terkait
Mengulik Fenomena Demotivasi Bansos, 4,5 Juta Warga Terima Bantuan Lebih dari 5 Tahun
SINDOnews · 11 September 2026 pukul 22.17
Kemensos Buka-bukaan Alasan Banyak Bansos Tidak Tepat Sasaran
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 20.15
Cara Cek Desil Bansos Lewat HP di cekbansos.kemensos.go.id
Liputan6.com · 9 September 2026 pukul 16.03
Terindikasi Judi Online, 20 Ribu Warga Bekasi Dicoret dari Daftar Penerima Bansos
JPNN.com · 9 September 2026 pukul 13.00