Airlangga Dorong Industri Furnitur Indonesia Perkuat Pasar Ekspor
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Indonesia mendorong penguatan industri furnitur untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Sektor manufaktur berkontribusi 18,50 persen dengan pertumbuhan 4,52 persen, sementara subsektor furnitur tumbuh signifikan sebesar 11,82 persen. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menekankan pentingnya perluasan akses pasar dan kemitraan internasional melalui ajang IFFINA+ 2026 guna mengurangi ketergantungan pada pasar tertentu.
Industri furnitur nasional mencatatkan surplus perdagangan sejak 2021, dengan nilai ekspor tahun 2025 mencapai USD2.390,68 juta, terutama ke Amerika Serikat. Meskipun didominasi oleh Industri Kecil dan Menengah (IKM) sebanyak 99,79 persen dari 4,45 juta unit usaha, sektor ini menghadapi tantangan teknologi dan produktivitas. Pemerintah memberikan dukungan berupa insentif pajak, Kredit Industri Padat Karya, serta restrukturisasi mesin untuk meningkatkan daya saing produk ramah lingkungan di pasar global.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 1 Oktober 2026 pukul 17.55
Ketika Impor Harus Menjadi Jalan Menuju Ekspor
Warta Ekonomi · 30 September 2026 pukul 20.00
Aturan Karbon Uni Eropa Ancam Ekspor RI Rp41 Triliun
Berita terkait
Tumbuh 11,82 persen, Industri Furnitur Indonesia Masih Hadapi Tantangan
JawaPos · 24 September 2026 pukul 21.45
Pengusaha Waspadai Harga Minyak Bisa Gerus Surplus Neraca Perdagangan RI
kumparan · 24 September 2026 pukul 16.45
Menperin Agus Gumiwang Bidik Indonesia Jadi Pusat Industri Halal Dunia
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 09.34
Ekspor Batik Indonesia Naik, Kemenperin Soroti Tantangan Daya Saing IKM
Warta Ekonomi · 18 September 2026 pukul 20.14