AllianzGI: Pasar obligasi Indonesia masih menunjukkan stabilitas
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

AllianzGI Indonesia menilai pasar obligasi domestik masih stabil meski imbal hasil US Treasury 10 tahun mencapai 5 persen. Imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia diproyeksikan meningkat moderat menjadi 7,18 persen pasca kenaikan suku bunga Fed ke 3,75-4,00 persen pada September 2026. Stabilitas didukung cadangan devisa USD 146,5 miliar (Agustus 2026), rupiah yang lebih stabil, serta RAPBN 2027 yang menjaga defisit fiskal 2,4 persen PDB. Investor tetap perlu memantau risiko seperti kehadiran Fed yang hawkish, harga minyak di atas $100/barel, serta skenario suku bunga global tinggi. Obligasi pemerintah 10 tahun menawarkan imbal hasil riil sekitar 4 persen (7,0-7,2 persen vs inflasi 3 persen), menarik dibanding emerging markets investment grade.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 25 September 2026 pukul 13.54
Imbal Hasil Obligasi AS Meroket ke Level Tertinggi dalam 22 Tahun
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 16.21
IHSG Anjlok ke 6.241,89, Sebanyak 557 Saham Berguguran
CNBC Indonesia · 25 September 2026 pukul 16.10
Jelang Akhir Pekan IHSG Melemah 0,82% ke 6.247, Saham Bank Jadi Beban
Liputan6.com · 25 September 2026 pukul 16.01
Rupiah Sempat Tertekan Mendekati 18.000, Sentimen Eksternal Biang Keladinya
Berita terkait
Video: Suku Bunga The Fed Diramal Naik 2x Lagi, Ini Efeknya ke Rupiah
CNBC Indonesia · 25 September 2026 pukul 15.52
Jelang Akhir Sesi II, IHSG Anjlok 1% ke Level 6.232
CNBC Indonesia · 25 September 2026 pukul 15.13
Breaking, IHSG Tiba-Tiba Anjlok 1% lebih Jelang Pasar Tutup
CNBC Indonesia · 25 September 2026 pukul 15.13
Simak Rincian Harga Emas Perhiasan Hari Ini 25 September 2026
Liputan6.com · 25 September 2026 pukul 13.21