Amran Bongkar Beras Fortifikasi Tanpa Vitamin, Untung Rp22 Juta/Truk
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkap praktik penjualan beras berlabel fortifikasi tanpa kandungan vitamin sesuai klaim. Praktik ini menguntungkan hingga Rp22 juta per truk (10 ton), karena beras swasta yang seharusnya dijual Rp13.500-Rp14.000 per kg diperjualbelikan hingga Rp56.000 per kg dengan label fortifikasi palsu. Amran menyebutkan ada 39 tersangka dalam kasus ini, dengan total 102 tersangka terkait praktik serupa sebelumnya.
Pemeriksaan di empat laboratorium menunjukkan 90 persen produk yang diuji tidak mengandung vitamin apa pun meskipun diklaim sebagai beras fortifikasi. Praktik ini turut mendorong rata-rata harga beras di pasar naik menjadi sekitar Rp22.600 per kg. Amran membandingkan praktik ini dengan menjual barang dengan nilai tidak sesuai klaim, seperti menjual besi sebagai emas.
Kementerian Pertanian telah menyurati pihak terkait untuk mencabut izin produk dan menghentikan penerbitan izin sementara. Proses pemeriksaan masih berlangsung untuk melengkapi data sebelum kasus diserahkan ke penegak hukum. Koordinasi sedang dilakukan dengan Satgas Pangan Polri untuk penanganan lebih lanjut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 1 September 2026 pukul 18.50
Amran Bongkar Kecurangan Produsen Beras, "Curi" Duit Warga RI Rp89 T
Berita terkait
Harga Gabah Naik, Produsen Mulai Beralih ke Beras Fortifikasi
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 12.21
Kenapa Beras Fortifikasi Menjamur di Retail Modern?
SINDOnews · 14 Agustus 2026 pukul 19.32
Amran Ungkap Biang Kerok Harga Beras Naik 6 Bulan Beruntun
CNN Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 19.17
Gerak Cepat, Satgas Pangan Dalami Dugaan Pengoplosan Beras Fortifikasi
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 15.24