Bapanas tegaskan usut tuntas dugaan kecurangan beras fortifikasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengumumkan penguatan pengawasan terhadap beras fortifikasi untuk mencegah kecurangan. Deputi Andriko Noto Sutanto menyatakan, sampai awal Agustus, pihaknya mengumpulkan lebih dari 100 sampel dari delapan produsen terdaftar dalam Sistem Informasi Pangan Segar Asal Tumbuhan (SIPSAT). Pengawasan mencakup pemeriksaan legalitas izin edar, klaim gizi, dan pengujian laboratorium. Produk yang beredar tanpa izin edar di SIPSAT akan dianggap melakukan pelanggaran. Bapanas juga menyiapkan pengujian terhadap dugaan overclaim, seperti klaim organik, bebas kolesterol, tinggi serat, atau indeks glikemik rendah. Klaim indeks glikemik rendah khususnya harus terbukti melalui uji klinis terhadap 10 responden, dengan nilai di bawah 55 agar klaim dapat digunakan. Sebelumnya, Bapanas telah menguji 15 sampel beras fortifikasi dalam pengawasan awalnya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 10 Agustus 2026 pukul 10.28
Produsen Buru-buru Tarik Stok, Bapanas Lanjut Usut Beras Fortifikasi Bermasalah
CNN Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 03.45
Bapanas Periksa 40 Izin Edar Beras Fortifikasi, Klaim Gizi Ikut Dicek
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 13.40
Kata-Kata Mendag Saat Angkat Bicara Soal Temuan Beras Fortifikasi
Berita terkait
Amran Tebar Ancaman, Mau Gebuk Pengusaha Beras Fortifikasi Nakal
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 12.40
Amran Temukan Beras Fortifikasi Abal-abal Harganya Tembus Rp 42.000/Kg
CNBC Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 16.55
Di Tengah Heboh Beras Fortifikasi Bermasalah, Ini Harganya di Ritel
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 17.35
Bapanas Temukan Produsen Beras Fortifikasi Tarik Stok Usai Amran Gebuk Mafia Pangan
Liputan6.com · 8 Agustus 2026 pukul 19.03