Anak 11 Tahun dan Puluhan Kolektor Rugi Miliaran karena Kartu Pokémon Langka
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sebjumlah 25 orang, termasuk seorang anak laki-laki berusia 11 tahun, menjadi korban penipuan terkait transaksi kartu Pokémon langka yang dikelola oleh seorang penipu yang diidentifikasi sebagai 'Mr Mor'. Total kerugian yang ditimbulkan mencapai lebih dari 5 juta Baht, setara dengan sekitar Rp2,7 miliar. Para korban, didampingi advokat konsumen Tankhun Jitt-itsara, melaporkan kasus ini ke Divisi Pemberantasan Kejahatan Ekonomi (ECD) Thailand untuk ditindaklanjuti secara hukum.
Mr Mor awalnya berhasil membangun kepercayaan di kalangan kolektor dengan konsisten mengirimkan kartu asli sesuai pesanan. Namun, setelah banyak pelanggan mempercayainya dan melakukan pemesanan dalam jumlah besar, pelaku mulai gagal mengirimkan barang dengan dalih masalah bea cukai, pajak, dan impor. Tak lama kemudian, ia memutus semua kontak dan menutup akun Facebooknya.
Kasus ini muncul di tengah tren pasar kartu koleksi yang sedang ramai di Thailand. Beberapa kartu langka edisi terbatas kini bernilai ratusan ribu hingga jutaan Baht, sehingga menarik minat luas, termasuk dari kalangan anak-anak dan remaja.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 22 Agustus 2026 pukul 09.09
Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Penipuan, Sebegini Total Kerugian Korban
Liputan6.com · 21 Agustus 2026 pukul 12.00
Terungkap, Nilai Investasi yang Bikin Ruben Onsu Tersangka
CNN Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 11.12
Polisi Ungkap Kronologi Kasus Dugaan Penipuan Ruben Onsu
JPNN.com · 21 Agustus 2026 pukul 09.09
Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Penipuan, Polisi Beri Penjelasan
Berita terkait
Ponsel Bekas Disusupi Spyware, Rp 445 Juta Uang Korban Ludes
CNBC Indonesia · 9 Agustus 2026 pukul 20.00
Horor Penembakan Massal di Sekolah Thailand, Pelakunya ABG 14 Tahun
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 16.44
Banjir Darah di Sekolah Thailand, 7 Orang Tewas dan Belasan Terluka Tertembus Peluru
JPNN.com · 7 Agustus 2026 pukul 15.33
Penembakan sekolah dekat Bangkok tewaskan 2 orang, 20 terluka
ANTARA News · 7 Agustus 2026 pukul 13.34