Antisipasi Kenaikan Bunga The Fed, BI Perkuat Insentif Lindung Nilai Rupiah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5212164/original/011438000_1746605495-IMG-20250507-WA0011.jpg)
Bank Indonesia (BI) memperkuat insentif lindung nilai (hedging) untuk menghadapi kenaikan suku bunga acuan Federal Reserve (FFR) 25 basis poin. Insentif swap naik menjadi 15-25% untuk tenor 3-12 bulan, sementara DNDF dinaikkan menjadi 25-30% untuk tenor 6-12 bulan. Strategi ini dirancang mendorong investor asing menjual valuta asing di pasar spot domestik terlebih dahulu sebelum menutup risiko kurs menggunakan DNDF. Hingga 29 September 2026, transaksi swap mendominasi 80% dan DNDF 20%, menunjukkan minat investor global terhadap aset rupiah. BI menilai kebijakan ini cukup berhasil dalam menjaga daya tarik aset rupiah meski pasar keuangan global tidak stabil.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 29 September 2026 pukul 08.30
BI Kurangi Intervensi di Pasar Valas, Maksimalkan Instrumen Lain Jaga Rupiah
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 22.00
Tekan Arus Modal Asing Keluar, BI Obral Insentif Hedging Swap dan DNDF
Berita terkait
BI Pastikan Transaksi Spot Tetap Jadi Senjata Utama Jaga Stabilitas Rupiah
Warta Ekonomi · 30 September 2026 pukul 16.30
Rupiah Rabu ditutup menguat ke Rp17.894, BI konsisten intervensi pasar
ANTARA News · 30 September 2026 pukul 16.23
Rupiah Bangkit ke Level Rp17.894 per Dolar AS Rabu Sore
CNN Indonesia · 30 September 2026 pukul 16.15
Jaga rupiah, BI-Pemerintah koordinasi perbaiki transaksi berjalan
ANTARA News · 30 September 2026 pukul 15.59