Jakarta · Rabu, 30 September 2026Cari
WargaKonoha

Rupiah Rabu ditutup menguat ke Rp17.894, BI konsisten intervensi pasar

Nilai tukar rupiah menguat 0,48 persen atau 87 poin, menutup perdagangan Rabu di Rp17.894 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.981. Penguatan ini didorong oleh intervensi Bank Indonesia (BI) yang konsisten di pasar valas setelah rupiah sempat melewati Rp18.000. Menurut Muhammad Amru Syifa dari ICDX, intervensi BI dilakukan sesuai dinamika pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Direktur Eksekutif BI Erwin G Hutapea menjelaskan bahwa komposisi intervensi spot sekitar 30 persen bersifat historis dan tidak menjadi target mutlak, seiring BI mendorong penggunaan instrumen spot, DNDF, dan NDF yang semakin seimbang.

Di sisi lain, sentimen global juga memengaruhi pergerakan rupiah. Yield US Treasury 10 tahun berada di sekitar 5,27 persen dan penguatan dolar AS menciptakan tekanan pada mata uang regional. Namun, pernyataan Presiden New York Fed John Williams yang menyatakan belum ada urgensi kenaikan suku bunga memberikan ruang bagi pasar. Analis Doo Financial Lukman Leong menambahkan bahwa penurunan harga minyak dunya juga mendukung penguatan rupiah. Harga minyak Brent turun 2,8 persen ke 102,35 dolar AS per barel, sementara WTI turun 3,8 persen ke 89 dolar AS per barel, didorong oleh pemulihan ekspor minyak Arab Saudi melalui jalur pipa Timur-Barat dan peningkatan lalu lintas kapal di Selat Hormuz.

Kurs JISDOR Bank Indonesia juga menguat ke Rp17.877 per dolar AS dari Rp17.998 sebelumnya, mencerminkan tren penguatan rupiah yang konsisten.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait