AS Bakal Tingkatkan Pembelian Kembali Obligasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4216934/original/094233100_1667793288-Wall-Street-3.jpg)
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengumumkan bahwa Departemen Keuangan AS akan mempercepat pembelian kembali obligasi pemerintah (treasury) hingga lebih dari US$4 miliar per penerbitan, melebihi rencana awal sebesar US$2 miliar. Kenaikan ini bertujuan menciptakan pasar untuk obligasi jangka panjang dan menurunkan imbal hasil yang tinggi. Sebelumnya, obligasi 30 tahun berhasil 5,235%, sementara obligasi 10 tahun mencapai 4,704% basis poin. Bessent menegaskan bahwa keputusan tidak didasarkan pada imbal hasil, melainkan fundamental pasar, mengingat likuiditas obligasi 30 tahun sangat buruk. Pembelian kembali ini sekaligus menjadi sinyal bahwa imbal hasil belum mencerminkan kondisi ekonomi yang sebenarnya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 21 Agustus 2026 pukul 20.00
Pemerintah Pangkas Insentif Motor Listrik dari Rp 5 Juta jadi Rp 3 Juta, Ekonom Acungi Jempol
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 18.47
Adhi Karya Terancam Tunda Pembayaran Bunga Obligasi, Ini Penyebabnya
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 06.55
Pemerintah Lelang Sukuk Pekan Depan, Incar Dana Rp10 Triliun
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 15.10
1.800 Ton Emas Warga Masih Disimpan di Rumah, Nilainya Capai Rp4.460 Triliun
Berita terkait
AS Gandakan Pembelian Kembali Obligasi, Ini Respons Purbaya
Liputan6.com · 21 Agustus 2026 pukul 05.30
Amerika Serikat Tingkatkan Pembelian Obligasi, Begini Kata Ekonom
Liputan6.com · 20 Agustus 2026 pukul 17.37
Amerika Serikat Tingkatkan Pembelian Kembali Obligasi, Begini Kata Ekonom
Liputan6.com · 20 Agustus 2026 pukul 17.36
1.800 Ton Emas Warga RI di Bawah Bantal, Nilainya Rp 4.483 Triliun
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 10.40