AS Bakal Tingkatkan Pembelian Kembali Obligasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4216934/original/094233100_1667793288-Wall-Street-3.jpg)
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengumumkan bahwa Departemen Keuangan AS akan mempercepat pembelian kembali obligasi pemerintah (treasury) hingga lebih dari US$4 miliar per penerbitan, melebihi rencana awal sebesar US$2 miliar. Kenaikan ini bertujuan menciptakan pasar untuk obligasi jangka panjang dan menurunkan imbal hasil yang tinggi. Sebelumnya, obligasi 30 tahun berhasil 5,235%, sementara obligasi 10 tahun mencapai 4,704% basis poin. Bessent menegaskan bahwa keputusan tidak didasarkan pada imbal hasil, melainkan fundamental pasar, mengingat likuiditas obligasi 30 tahun sangat buruk. Pembelian kembali ini sekaligus menjadi sinyal bahwa imbal hasil belum mencerminkan kondisi ekonomi yang sebenarnya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 23 Agustus 2026 pukul 14.04
Kemenko Perekonomian Klarifikasi Soal Istilah Emas di Bawah Bantal
CNBC Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 17.15
AS Bayar Utang Rp11,8 Triliun ke PBB, Masih Punya Tunggakan Rp65 T
SINDOnews · 22 Agustus 2026 pukul 11.01
Terancam Krisis Keuangan, AS Cicil Utang ke PBB Rp12 Triliun
JawaPos · 21 Agustus 2026 pukul 20.00
Pemerintah Pangkas Insentif Motor Listrik dari Rp 5 Juta jadi Rp 3 Juta, Ekonom Acungi Jempol
Berita terkait
Pemerintah serap Rp28,8 triliun dari lelang SUN pada pekan ini
ANTARA News · 29 September 2026 pukul 21.22
Imbal Hasil Obligasi AS Meroket ke Level Tertinggi dalam 22 Tahun
CNN Indonesia · 25 September 2026 pukul 13.54
Pemerintah Mulai Terapkan Pungutan PPN Transaksi Digital Luar Negeri
JawaPos · 2 Oktober 2026 pukul 15.30
Geo Dipa Pilih Cari Modal Lewat Obligasi Ketimbang Jual Saham
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 14.30