AS Siap Sanksi Bank Lagi demi Menekan Iran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5111034/original/031563900_1738033947-AP_Photo-Ben_Curtis.jpg)
Pemerintahan AS di bawah Presiden Donald Trump berencana memberlakukan sanksi baru terhadap bank dalam upaya meningkatkan isolasi ekonomi Iran. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyampaikan rencana ini dalam wawancara kepada Associated Press, menjelang pertemuan G20 di Asheville, Carolina Utara. Bessent menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari tekanan finansial yang akan diterapkan jika diperlukan, sebagai ganti dari serangan militer yang sebelumnya dilakukan AS terhadap Iran. Sanksi ini merupakan lanjutan dari strategi AS yang beralih dari konflik militer ke tekanan ekonomi selama perang enam bulan ini. AS baru saja menyerang peluncur roket Iran di Selat Hormuz, yang menandai aksi militer pertama AS dalam sebulan. Iran menyatakan akan membalas dengan 'serangan mematikan'. Sanksi baru juga ditujukan untuk memengaruhi mitra dagang Iran, termasuk Cina yang menjadi pembeli utama minyak Iran. Pemerintah AS tidak merinci nama bank yang akan disanksi, namun menekankan komitmennya untuk terus meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 13.40
Iran Dapat Sanksi Bertubi-tubi AS, Mojtaba Khamenei Beri Seruan Baru!
Media Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 13.00
Iran Juga Serang Fasilitas Militer AS di Yordania
Detik.com · 31 Agustus 2026 pukul 11.37
Memanas, Trump Ancam Hancur Leburkan Pulau Kharg Iran!
Berita terkait
Antrean Warga Iran di Pom Bensin Imbas Sanksi Baru dari AS
Detik.com · 27 Agustus 2026 pukul 06.10
Sanksi Baru AS Bikin Warga Iran Antre Panjang di SPBU
Warta Ekonomi · 26 Agustus 2026 pukul 14.04
AS Perketat Sanksi Ekonomi Iran, Targetkan 5 Sektor Vital dan 60 Entitas
Media Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 13.59
Iran Sebut Sanksi Berulang AS Gagal
Media Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 18.54