Jakarta · Rabu, 26 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Sanksi Baru AS Bikin Warga Iran Antre Panjang di SPBU

Antrean panjang kendaraan terlihat di sejumlah SPBU di Teheran, Iran, setelah Amerika Serikat mengumumkan sanksi baru untuk meningkatkan tekanan ekonomi terhadap pemerintah Iran. Sanksi ini diluncurkan setelah konflik militer AS dan Iran selama enam bulan tidak menghasilkan solusi, sekaligus dengan terhentinya perundingan damai akibat gangguan lalu lintas di Selat Hormuz. Warga Teheran dilaporkan semakin khawatir akan dampak sanksi pada kehidupan sehari-hari, terutama akses bahan bakar yang semakin sulit.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan bahwa negara yang tidak mendukung kebijakan Washington akan menghadapi isolasi, sementara Presiden Donald Trump diduga telah menghubungi para pemimpin global untuk menghentikan interaksi dengan Iran. Departemen Keuangan AS menargetkan sanksi sekunder terbaru pada sektor aset digital, teknologi, emas, penerbangan, dan pelayaran Iran, serta 60 individu, perusahaan, dan kapal yang dituduh mendukung pendapatan Iran dari minyak, senjata, dan operasi siber. Entitas di negara seperti UAE, Hong Kong, China, Singapura, dan Eropa juga terkena dampak sanksi ini.

Sebelum konflik ini, Iran sudah mengalami inflasi tinggi yang memicu demonstrasi antipemerintah yang mencapai puncaknya pada Januari 2026. Warga setempat, seperti guru bahasa Inggris Kia Farahani, khawatir tekanan ekonomi bisa memicu kembali aksi protes, meskipun menegaskan komitmen pada tanah air. Masyarakat Iran, yang sudah terbiasa menghadapi sanksi selama 47 tahun, diharapkan tetap tangguh meski kondisi semakin sulit.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait