Sanksi Baru AS Bikin Warga Iran Antre Panjang di SPBU
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Antrean panjang kendaraan terlihat di sejumlah SPBU di Teheran, Iran, setelah Amerika Serikat mengumumkan sanksi baru untuk meningkatkan tekanan ekonomi terhadap pemerintah Iran. Sanksi ini diluncurkan setelah konflik militer AS dan Iran selama enam bulan tidak menghasilkan solusi, sekaligus dengan terhentinya perundingan damai akibat gangguan lalu lintas di Selat Hormuz. Warga Teheran dilaporkan semakin khawatir akan dampak sanksi pada kehidupan sehari-hari, terutama akses bahan bakar yang semakin sulit.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan bahwa negara yang tidak mendukung kebijakan Washington akan menghadapi isolasi, sementara Presiden Donald Trump diduga telah menghubungi para pemimpin global untuk menghentikan interaksi dengan Iran. Departemen Keuangan AS menargetkan sanksi sekunder terbaru pada sektor aset digital, teknologi, emas, penerbangan, dan pelayaran Iran, serta 60 individu, perusahaan, dan kapal yang dituduh mendukung pendapatan Iran dari minyak, senjata, dan operasi siber. Entitas di negara seperti UAE, Hong Kong, China, Singapura, dan Eropa juga terkena dampak sanksi ini.
Sebelum konflik ini, Iran sudah mengalami inflasi tinggi yang memicu demonstrasi antipemerintah yang mencapai puncaknya pada Januari 2026. Warga setempat, seperti guru bahasa Inggris Kia Farahani, khawatir tekanan ekonomi bisa memicu kembali aksi protes, meskipun menegaskan komitmen pada tanah air. Masyarakat Iran, yang sudah terbiasa menghadapi sanksi selama 47 tahun, diharapkan tetap tangguh meski kondisi semakin sulit.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 25 Agustus 2026 pukul 21.37
Sanksi AS pada Iran Upaya Mencapai Apa yang Tak Bisa Dicapai Kekuatan Militer
Media Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 13.59
AS Perketat Sanksi Ekonomi Iran, Targetkan 5 Sektor Vital dan 60 Entitas
Media Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 18.54
Iran Sebut Sanksi Berulang AS Gagal
Media Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 11.31
Mampukah Iran Membalas Negara yang Ikut Perang Ekonomi AS?
Berita terkait
AS Iran Panas Lagi! Trump Terapkan Sanksi Terkeras Sejarah ke Teheran
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 06.40
Bukan Roket atau Peluru, "Hantu" Ini Bisa Bikin Iran Runtuh dari Dalam
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 22.00
Warga Iran Antre Beli BBM Usai AS Umumkan Sanksi Baru
Detik.com · 26 Agustus 2026 pukul 11.22
AS Mulai Kepung Mitra Dagang Iran Lewat Dolar, Ini Korban Pertamanya
CNBC Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 09.14