Mas Bahlil Sebut Harga Minyak Dunia Sulit Ditebak: Saya Umpamakan Seperti...
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri ESDM Bahlil Lahardia menggambarkan volatilitas harga minyak dunia yang sulit diprediksi, menggambarkannya seperti penyakit malaria yang bisa naik turun drastis dalam waktu singkat. Ketidakstabilan ini dipengaruhi oleh isu geopolitik di Selat Hormuz dan berbagai kesepakatan internasional. Bahlil menekankan betapa pentingnya kemerdekaan energi nasional mengingat ketergantungan global terhadap sektor energi.
Sebagai respons, pemerintah Indonesia mempercepat transisi energi melalui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2035. Dalam rencana tersebut, energi baru terbarukan ditargetkan mendominasi 70-75 persen bauran energi nasional, mencakup gas, surya, panas bumi, dan energi angin.
Target nyata pun diumumkan terkait pengembangan energi surya. Pemerintah berencana membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan total kapasitas 100 gigawatt, dengan fase pertama sebesar 30 gigawatt akan dimulai tahun ini. Langkah ini bertujuan mengurangi ketergantungan Indonesia pada fluktuasi harga energi global.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 21.50
Bahlil: Harga Minyak Dunia Seperti Malaria, Pagi Turun Malam Bisa Naik
CNN Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 16.45
Bahlil: Harga Minyak Dunia Seperti Orang Sakit Malaria
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 16.12
Bahlil Ungkap RI Masih Impor 700 Ribu Barel Minyak per Hari
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 13.18
Akademisi UGM dan Unpad Ungkap Kunci Capai Target Lifting Minyak 610 Ribu Barel per Hari
Berita terkait
Bahlil Ibaratkan Harga Minyak Dunia seperti Demam Malaria: Pagi Turun, Malam Naik
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 16.55
Bahlil Sebut Impor Minyak Rusia Tahap Pertama Rampung
Detik.com · 28 Juli 2026 pukul 17.06
Bahlil Sebut Harga Minyak Dunia Sulit Ditebak: Saya Umpamakan Seperti...
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 10.55
Indonesia Masih Impor 700 Ribu Barel Minyak per Hari, Bahlil Ungkap Penyebabnya
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 22.13