Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Selat Hormuz Terancam, Negara Teluk Berebut Jalur Alternatif

Selat Hormuz, jalur pengiriman minyak vital yang menghandle 20% ekspor minyak global dari Teluk Persia, terancam oleh ketegangan antara AS dan Iran. Iran berulang kali menyatakan akan menutup selat tersebut, sementara AS mengklaim telah menguasai area dan membersihkan ranjau. Akibatnya, negara Teluk mencari jalur alternatif untuk menjaga ekspor energi. Arab Saudi berhasil mengalihkan volume minyak melalui East-West Pipeline ke pelabuhan Yanbu di Laut Merah, dengan data IMF menunjukkan peningkatan ekspor melalui Laut Merah selama krisis. Namun, jalur alternatif seperti ke Fujairah bagi Uni Emirat tetap rentan terhadap serangan. Rencana jaringan pipa baru, seperti dari Irak ke Oman, membutuhkan biaya hingga US$15 miliar dan waktu bertahun-tahun. Para ahli memperingatkan keterbatasan jalur alternatif dalam kapasitas dan keamanan, termasuk ancaman Houthi di Bab al-Mandab. Iran juga dirugikan karena penutupan Hormuz dapat memicu koalisi internasional. Meskipun upaya pengalihan dilakukan, Selat Hormuz tetap menjadi jalur utama yang sulit digantikan sepenuhnya.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait