Bahlil Sebut RI Siapkan Kontrak Jangka Panjang Impor Minyak Rusia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah Indonesia sedang mengembangkan kontrak jangka panjang untuk impor minyak dari Rusia. Proses impor saat ini sudah memasuki tahap kedua, dengan pelaksanaan dilakukan secara government-to-government (G-to-G) melalui Lemigas sebagai Badan Layanan Umum di bawah Kementerian ESDM, bukan melalui Pertamina. Bahlil menekankan bahwa impor energi ini merupakan keputusan negara yang tidak boleh dipengaruhi oleh pihak luar, sejalan dengan asas politik bebas aktif Indonesia.
Dalam pertemuan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin telah membahas rencana impor minyak sebanyak 150 juta barel. Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menjelaskan bahwa minyak impor dari Rusia tidak akan langsung diolah menjadi bahan bakar, melainkan digunakan sebagai cadangan penyangga energi nasional. Bahlil menegaskan bahwa seluruh kegiatan impor dilakukan demi kepentingan rakyat, bangsa, dan negara, tanpa memberikan penjelasan teknis lebih lanjut mengenai rencana penggunaan minyak tersebut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 14.25
RI Proses Impor Minyak Tahap Kedua dari Rusia, Berapa Banyak?
CNBC Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 08.05
Resmi! Daftar Tarif Listrik PLN per kWh, Berlaku Juli-September 2026
CNN Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 15.41
Bahlil Sebut Impor Minyak dari Rusia Tahap Pertama Mulai Jalan
CNBC Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 14.03
Target Pemerintah Pasang 1,45 Juta Jaringan Gas Rumah Tangga di 2029
Berita terkait
Prabowo Sebut Negara Hemat Rp73 T Jika Bangun PLTS 100 GW
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 17.52
Seskab Teddy Terima Haji Isam, Bahas Hilirisasi hingga Energi
Detik.com · 10 Agustus 2026 pukul 14.01
Prabowo Undang Peneliti BRIN ke Istana Siang Ini
Detik.com · 6 Agustus 2026 pukul 10.14
Catat! Pemerintah Janji Harga Pertalite Nggak Naik
Detik.com · 5 Agustus 2026 pukul 19.34