Bank Dunia Ungkap Peluang Indonesia di Era AI: Bukan Sekadar Jadi Pemasok
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5069750/original/020714200_1735364749-Depositphotos_206051758_S.jpg)
Bank Dunia menyatakan bahwa ledakan investasi kecerdasan buatan (AI) global memberikan peluang bagi negara-negara di Asia Timur dan Pasifik, termasuk Indonesia. Indonesia tidak hanya berpeluang masuk dalam rantai pasok barang terkait AI, tetapi juga perlu memperluas penggunaan AI di dalam negeri. Laporan Pembaruan Ekonomi Bank Dunia mencatat adopsi AI oleh individu dan perusahaan di kawasan terus meningkat, namun masih tertinggal dibandingkan negara-negara maju. Beberapa kendala seperti biaya tinggi, keterbatasan keahlian, dan isu keamanan serta privasi masih menghambat adopsi yang lebih luas.
Wakil Presiden Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik, Carlos Felipe Jaramillo, menekankan bahwa integrasi kawasan pada rantai nilai global menempatkan Asia Timur dan Pasifik pada posisi strategis untuk memanfaatkan perkembangan AI. Tantangan utama kini adalah mengubah posisi sebagai produsen barang pendukung AI menjadi pengguna teknologi yang lebih luas. Jika dilakukan dengan tepat, AI dapat meningkatkan produktivitas, menciptakan lapangan kerja yang lebih baik, dan membuka peluang ekonomi bagi jutaan orang.
Bank Dunia menyarankan negara-negara di kawasan, termasuk Indonesia, memanfaatkan konsep 'AI Kecil' yang melibatkan adaptasi teknologi AI yang sudah ada untuk kebutuhan lokal. Penerapan ini dapat dilakukan di berbagai sektor seperti pariwisata dan agribisnis. Untuk mempercepat adopsi, diperlukan penguatan infrastruktur digital dan energi, pembiayaan yang adekuat, serta peningkatan keterampilan tenaga kerja. Indonesia juga dapat memanfaatkan pertumbuhan ekonomi digital ASEAN melalui kerja sama Digital Economic Framework Agreement (DEFA), yang diproyeksikan meningkatkan ekonomi digital kawasan dari US$1 triliun menjadi US$2 triliun, dengan Indonesia memiliki peran kunci sebesar 40% dari ekonomi ASEAN.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 6 Oktober 2026 pukul 14.22
Bank Dunia: AI dorong pertumbuhan ekonomi Asia Timur dan Pasifik
kumparan · 6 Oktober 2026 pukul 11.13
Bank Dunia Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2026 Jadi 5,2 Persen
JPNN.com · 6 Oktober 2026 pukul 16.00
World Bank Revisi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2026 Jadi 5,2%
CNBC Indonesia · 6 Oktober 2026 pukul 13.25
Begini Respons Airlangga Soal Penghentian Proyek Data Center AI BDx
Berita terkait
Airlangga Ungkap RI Bisa Raup Rp10.800 T dari Ekonomi Digital ASEAN
CNN Indonesia · 29 September 2026 pukul 18.00
Runjian Perluas Bisnis AI dan Komputasi ke ASEAN, Indonesia Jadi Basis Ekspansi
JPNN.com · 1 September 2026 pukul 04.00
Menko Airlangga Targetkan Transaksi Harbolnas 2026 Tembus Rp 40 Triliun, Genjot Ekonomi Kuartal IV
JawaPos · 27 Agustus 2026 pukul 15.45
Bank Dunia naikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi RI 5,2 persen di 2026
ANTARA News · 6 Oktober 2026 pukul 12.51