Bank Dunia: AI dorong pertumbuhan ekonomi Asia Timur dan Pasifik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Dunia menilai AI sebagai peluang penting untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Asia Timur dan Pasifik. Wakil Presiden Bank Dunia Carlos Felipe Jaramillo menyatakan kawasan ini memiliki posisi kuat berkat integrasi dalam rantai nilai global, namun perlu mengubah keunggulan produksi barang AI menjadi adopsi luas untuk mendorong produktivitas dan lapangan kerja. Tantangan utama meliputi biaya tinggi, keterbatasan keterampilan, dan kekhawatiran privasi. Indonesia relatif kurang terpapar lonjakan AI global dibanding negara lain, didukung oleh permintaan domestik yang kuat. Bank Dunia merekomendasikan peningkatan iklim usaha, infrastruktur digital, pembiayaan, dan keterampilan serta penyesuaian AI dengan kebutuhan lokal. Pertumbuhan ekonomi Asia Timur dan Pasifik diproyeksikan 4,5 persen pada 2026.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 6 Oktober 2026 pukul 11.13
Bank Dunia Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2026 Jadi 5,2 Persen
Warta Ekonomi · 6 Oktober 2026 pukul 13.54
Bank Dunia Naikkan Proyeksi Ekonomi Indonesia 2026 Jadi 5,2 Persen
CNBC Indonesia · 6 Oktober 2026 pukul 10.40
China dan ASEAN Cs Siap-Siap! Ada 2 Risiko Besar Menghantui Ekonomi
CNBC Indonesia · 6 Oktober 2026 pukul 09.40
Bank Dunia Proyeksi Ekonomi Gang China, Asean dan Cs Tumbuh 4,5% di 2026
Berita terkait
Bank Dunia naikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi RI 5,2 persen di 2026
ANTARA News · 6 Oktober 2026 pukul 12.51
PDB per Kapita RI Ngebut 210 Persen, Masuk 25 Besar di Dunia
CNN Indonesia · 19 September 2026 pukul 21.15
Bank Dunia Ungkap Alasan RI Perlu Terapkan Omzet Rp500 Juta Kena Pajak
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 09.40
Bank Dunia Revisi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI, Kini Tembus 5,2%
CNBC Indonesia · 6 Oktober 2026 pukul 09.30