Bank Indonesia Diprediksi Tahan BI Rate 5,75%
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/2053635/original/071518800_1522820303-20180404-BI-MER-AB2a.jpg)
Bank Indonesia (BI) mempertahankan BI Rate pada level 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 21-22 Juli 2026 serta 18-19 Agustus 2026. Keputusan ini diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang cenderung menguat dari 18.000 ke 17.860 perdana, sekaligus menjaga inflasi berada dalam sasaran 2,5±1% pada 2026-2027. Ekonom menilai BI Rate kemungkinan ditahan karena nilai tukar stabil dan tekanan eksternal seperti ketegangan geopolitik Timur Tengah serta harga minyak global yang tinggi masih dapat dikelola. BI juga memperluas kebijakan untuk meningkatkan aliran investasi asing dan memperkuat pasar uang serta pasar valuta asing. Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan kebijakan moneter difokuskan pada aspek pro-stability, sementara kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran diarahkan pro-growth.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 08.50
Ekonom: BI Sebaiknya Tahan Suku Bunga Acuan di Level 5,75%
ANTARA News · 18 Agustus 2026 pukul 10.59
Ekonom: Pasar nantikan arah komunikasi BI pada RDG Agustus 2026
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 09.40
Bank Indonesia Diperkirakan Tahan Suku Bunga Acuan pada RDG Siang Ini
kumparan · 18 Agustus 2026 pukul 19.22
Said Abdullah Bicara soal Sosok Calon Pimpinan Bank Indonesia
Berita terkait
Strategi Bank Indonesia Jaga Kestabilan Rupiah
Liputan6.com · 29 Juli 2026 pukul 08.13
Membaca Deflasi, Menakar Respons BI
kumparan · 14 Agustus 2026 pukul 12.00
Bank Indonesia Komitmen Jaga Kestabilan Rupiah hingga Inflasi
Liputan6.com · 31 Juli 2026 pukul 14.15
Usai Ditinggal Perry, Destry Beberkan 'Arah' Dewan Gubernur BI
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 12.30