Bayan Umumkan Alami Force Majeure di Tengah Isu Haji Isam Borong Saham
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mengumumkan kondisi force majeure pada 11 September 2026. Hal ini terjadi karena perubahan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 belum diterbitkan bagi anak perusahaan PT Tiwa Abadi, PT Tanur Jaya, dan PT Fajar Sakti Prima, sehingga suplai batu bara kepada pelanggan terhambat dan berdampak material pada kelangsungan usaha.
Di sisi lain, beredar isu bahwa Haji Isam berencana mengakuisisi 62 persen saham BYAN dengan penawaran sekitar US$3 miliar (Rp52,53 triliun). Namun, Sekretaris Perusahaan Bayan Resources menyatakan tidak mengetahui rencana akuisisi tersebut, meski pemegang saham pengendali terbuka terhadap peluang maksimalisasi investasi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 15 September 2026 pukul 11.18
Saham Bayan Resources (BYAN) Anjlok Tajam akibat Force Majeure 3 Anak Usaha
Warta Ekonomi · 14 September 2026 pukul 19.59
3 Anak Usaha Bayan Resources Nyatakan Force Majeure, RKAB 2026 Jadi Biang Masalah
CNBC Indonesia · 15 September 2026 pukul 06.21
BYAN Kasih Pengumuman Penting di Tengah Rumor Akuisisi oleh Haji Isam
Berita terkait
Saham Bayan Ambruk 11 Persen di Sesi I Perdagangan Hari Ini
CNN Indonesia · 14 September 2026 pukul 14.00
RKAB Dipangkas, ESDM Pamer Setoran ke Negara Melejit!
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 13.20
Setoran Tambang Batu Bara-Nikel Cs Tembus Rp108 T Sampai Agustus 2026
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 11.45
RKAB Dipangkas, Produksi Batu Bara RI Turun 8 Juta Ton/Bulan di 2026
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 20.45