Saham Bayan Resources (BYAN) Anjlok Tajam akibat Force Majeure 3 Anak Usaha
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) turun 9,2% menjadi Rp10.075 per saham pada Selasa (15/9/2026) setelah tiga anak usaha milik Low Tuck Kwong - PT Tiwa Abadi, PT Tanur Jaya, dan PT Fajar Sakti Prima - menyatakan force majeure. Hal ini dipicu karena persetujuan perubahan RKAB 2026 untuk ketiga anak usaha belum diterbitkan meskipun sudah diajukan sesuai peraturan. Direktur BYAN, Low Yi Ngo menjelaskan kondisi ini mengganggu kemampuan pemenuhan pasokan batu bara kepada pelanggan, sehingga perusahaan memberitahukan force majeure pada 11 September 2026 untuk meminimalkan risiko. Penurunan saham terjadi setelah harga perdagangan Senin (14/9/2026) berada di level Rp11.100 per saham.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 15 September 2026 pukul 13.22
Bayan Umumkan Alami Force Majeure di Tengah Isu Haji Isam Borong Saham
CNBC Indonesia · 15 September 2026 pukul 06.21
BYAN Kasih Pengumuman Penting di Tengah Rumor Akuisisi oleh Haji Isam
CNN Indonesia · 14 September 2026 pukul 14.00
Saham Bayan Ambruk 11 Persen di Sesi I Perdagangan Hari Ini
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 11.20
Harga Saham BYAN Merosot 35,02%, Market Cap Turun Rp374,17 Triliun
Berita terkait
3 Anak Usaha Bayan Resources Nyatakan Force Majeure, RKAB 2026 Jadi Biang Masalah
Warta Ekonomi · 14 September 2026 pukul 19.59
Saham Bayan Anjlok 5,73 Persen Usai Kabar Akuisisi Haji Isam
CNN Indonesia · 11 September 2026 pukul 17.19
Haji Isam Dikabarkan Bidik 62% Saham BYAN Rp 52,7 T, Jauh di Bawah Nilai Pasar
Detik.com · 11 September 2026 pukul 13.21
RKAB Dipangkas, ESDM Pamer Setoran ke Negara Melejit!
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 13.20