Beda dengan Ijazah Jokowi, Tokoh Partai Demokrat Nilai Polemik Ijazah Gibran Lebih Berat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Andi Mallarangeng, Ketua Dewan Pakar Partai Demokrat, menilai polemik ijazah Wakil Presiden Gibran memiliki konsekuensi ketatanegaraan yang lebih berat dibandingkan isu ijazah Joko Widodo. Hal ini dikarenakan masa jabatan Jokowi telah berakhir, sehingga tidak berdampak langsung pada tata negara, sementara gugatan penyetaraan ijazah Wapres saat ini sedang diproses di Mahkamah Konstitusi (MK).
Andi menyebut gugatan yang diajukan Denny Indrayana sebagai kasus tanpa preseden yang bisa berdampak besar jika dikabulkan oleh MK. Partai Demokrat memilih untuk menunggu putusan resmi MK sebelum menentukan posisi politik mereka. Dengan kepemilikan 44 kursi di parlemen, Demokrat merasa tidak berada pada posisi penentu dalam menghadapi potensi konsekuensi politik yang muncul nantinya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 1 Oktober 2026 pukul 21.14
Mantan Ketua KPU Ungkap Alasan Tidak Klarifikasi Dokumen Pendidikan Gibran
JPNN.com · 30 September 2026 pukul 21.05
Ijazah Gibran Dipersoalkan, Pengamat Pertanyakan Nasib Janji 19 Juta Lapangan Kerja
JawaPos · 30 September 2026 pukul 20.15
Zainal Arifin Mochtar soal Gugatan Ijazah Gibran: Momen MK Bayar 'Utang' Putusan 90
JPNN.com · 30 September 2026 pukul 18.44
Gugatan Soal Ijazah Gibran Jadi Kesempatan MK Lunasi Utang Putusan 90
Berita terkait
Demokrat Pilih 'Nonton' Kasus Ijazah Gibran, Andi Mallarangeng: Kami Cuma 44 Kursi!
Warta Ekonomi · 1 Oktober 2026 pukul 20.49
Gugat Ijazah Gibran, Tujuan Denny Indrayana Bukan untuk Menang, tapi...
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 07.35
Jimly Asshiddiqie Minta Publik Tak Baper Urusan Ijazah Gibran: Pakai 'Helikopter View'
Warta Ekonomi · 27 September 2026 pukul 22.13
PDIP Dinanti Ambil Sikap Soal Polemik Ijazah Jokowi dan Gibran
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 16.17