BEI: Harga Saham Rp 1 Tak Berkontribusi Signifikan ke Koreksi IHSG
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengimplementasikan penurunan harga saham terendah dari Rp 50 menjadi Rp 1 pada Senin, 28 September 2026. Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyatakan bahwa 26 saham dengan harga Rp 50 memiliki bobot IHSG sebesar 1,91 persen dan mengalami penurunan 8-14 persen, berkontribusi penurunan IHSG sekitar 0,27 persen atau 16,707 poin. Dari 164 saham, 34 saham dengan harga Rp 50-100 mengalami penurunan di bawah Rp 50. Implementasi ini dilakukan untuk meningkatkan likuiditas dan price discovery. Pada perdagangan Selasa, IHSG turun 26,16 poin menjadi 6.121,70, sedangkan indeks LQ45 turun 3,65 poin menjadi 608,16.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 30 September 2026 pukul 06.45
BEI Buka Short Seling 1 Oktober, Investor Harus Punya Modal Rp 50 Juta
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 18.09
Batas Harga Rp50 Dicabut, 34 Saham Langsung Longsor di Bawah Level Gocap
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 16.41
IHSG Masih Tertekan, Sesi II Ditutup Melemah 0,43% ke Level 6.121
SINDOnews · 29 September 2026 pukul 16.12
Saham MNC Group Cetak Rebound, KPIG dan MSIN Paling Depan
Berita terkait
BEI: Harga Saham Rp 1 Tak Berkontribusi Signifikan ke Koreksi IHSG
JawaPos · 30 September 2026 pukul 11.30
Aturan Saham Rp 1 Berlaku, 10 Emiten di Bawah Gocap Ini Kompak Naik
kumparan · 28 September 2026 pukul 16.22
IHSG Anjlok 1%, Ini Penyebabnya
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 10.49
Terkuak Alasan Batas Minimum Harga Saham Rp 50 Dihapus
Detik.com · 26 September 2026 pukul 06.55