Mentan Bongkar Ada Perusahaan Beras Raup Untung Tak Wajar Rp2 Triliun per Bulan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkap adanya praktik penipuan mutu beras skala besar yang melibatkan empat grup perusahaan. Perusahaan-perusahaan ini diduga memanipulasi kualitas beras kelas rendah menjadi beras premium untuk memperoleh keuntungan ilegal, yang merugikan konsumen dan dianggap sebagai kejahatan ekonomi serius.
Data menunjukkan satu grup korporasi meraup untung tak wajar hingga Rp2 triliun per bulan atau Rp24 triliun per tahun. Secara keseluruhan, estimasi kerugian konsumen mencapai Rp98 triliun. Inspeksi lapangan mengungkap bahwa 85,56 persen sampel beras premium tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Diperkirakan 12,2 juta ton atau 39,75 persen beras berlabel premium di pasaran bermasalah.
Penyelidikan oleh Bareskrim Polri menargetkan empat perusahaan besar: Wilmar Group, PT Food Station Tjipinang Jaya, PT Belitang Panen Raya, dan PT Sentosa Utama Lestari (Japfa Group). Kasus ini menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap mutu pangan di Indonesia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 12.55
Amran Akui Beras Premium Langka di Pasaran, Ini Penyebabnya
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 06.57
Begini Modus Penipuan Kualitas Beras hingga Bikin Konsumen Rugi Rp 100 T
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 17.49
Mentan Ngamuk! Penggilingan Beras Tipu Masyarakat, 36 Orang Tersangka
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 15.26
Mentan Tanggapi Polemik Perusahaan Penggilingan Padi Raih Omzet Rp 2 T
Berita terkait
Amran Bongkar Modus Mafia Beras, Tipu-Tipu Barang Subsidi
CNBC Indonesia · 2 Agustus 2026 pukul 18.30
Bela Prabowo, Mentan Jelaskan Cara Mafia Merampok
CNN Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 15.26
Ulah Penggilingan Padi Nakal, Beras Harga Rp 8.000 Dijual Rp 17.000
Liputan6.com · 30 Juli 2026 pukul 12.45
Amran Ungkap Dugaan Penipuan Beras Premium Bikin Konsumen Rugi Rp98 T
CNN Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 11.55