Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Mentan Tanggapi Polemik Perusahaan Penggilingan Padi Raih Omzet Rp 2 T

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menanggapi polemik terkait pernyataan Presiden Prabowo tentang perusahaan penggilingan padi yang diduga mengantongi omzet Rp 2 triliun per bulan. Amran menegaskan bahwa angka tersebut bukan keuntungan bisnis, melainkan estimasi penipuan terhadap konsumen melalui penjualan beras premium yang tidak sesuai standar. Publik diminta fokus pada substansi penipuan, bukan pada angka keuntungan.

Hasil pengujian Kementerian Pertanian terhadap 212 merek beras premium menunjukkan sekitar 86% sampel tidak memenuhi standar mutu. Tinggi kadar beras patah, melebihi batas maksimal 14,5%, hingga mendekati 60%, meskipun dipasarkan sebagai beras premium. Selisih harga antara kualitas nyata dan harga premium diperkirakan mencapai Rp 9.300 per kilogram, sehingga potensi kerugian masyarakat secara nasional diperkirakan Rp 98 triliun per tahun.

Pemerintah telah melaporkan temuan ini kepada Satgas Pangan Polri untuk diproses hukum. Amran menekankan bahwa penanganan kasus ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo untuk menciptakan tata niaga pangan yang adil dan transparan. Kasus ini merupakan bagian dari upaya menindak mafia pangan yang merugikan petani, konsumen, dan negara.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait