Bensin Campur Etanol 20% Ditargetkan Jalan 2028
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah menargetkan penggunaan bensin campur etanol 20% (E20) mulai diterapkan pada 2028 untuk mengurangi ketergantungan impor BBM dan mendukung transformasi energi di sektor transportasi. Sebelum E20, pemerintah akan mulai dengan campuran etanol 5% pada 2026, dilanjutkan E10 pada 2027. Langkah ini sesuai arahan Mentererika ESDM Bahlil Lahadalia dan bertujuan untuk mengurangi impor bensin, menurunkan emisi gas rumah kaca, dan memperbaiki kualitas udara.
Direktur Jenderur Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menyampaikan bahwa kebijakan ini tidak berlaku untuk BBM subsidi. Kebutuhan bensin non-subsidi pada 2026 diperkirakan mencapai 6,65 juta kiloliter, dan akan meningkat menjadi 7,35 juta kiloliter pada 2030. Penerapan campuran 5% pada 2026 membutuhkan sekitar 333.000 kiloliter bioetanol, yang akan naik menjadi 681.000 kiloliter jika E10 diterapkan pada 2027.
Untuk mendukung produksi bioetanol, pemerintah sedang merelaksasi Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2023 dan aturan terkait lainnya. Kementerian ESDM bersama Kementerian Bidang Perekonomian juga telah menghapus cukai atas bioetanol untuk mempermudah implementasi. Pemerintah membutuhkan tambahan kapasitas produksi sebesar 15 pabrik pada 2027 untuk memproduksi 333.000 kiloliter bioetanol, dan menargetkan 20 pabrik pada 2028 jika E20 diterapkan secara nasional.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 8 September 2026 pukul 18.45
BBM Bensin Campur Etanol 20% (E20) Ditargetkan Jalan 2028
CNBC Indonesia · 8 September 2026 pukul 07.35
Keputusan Trump Bikin Warga Sengsara, Bensin Tembus Rp72.700
Berita terkait
E20 Mau Diterapkan, Tapi Feedstock Masih Dicari
Media Indonesia · 2 September 2026 pukul 19.57
Mandatori E20 Segera Dikaji, Produksi Etanol di RI Baru 70.500 KL
kumparan · 2 September 2026 pukul 19.25
Tagihan Impor Minyak Jepang Cetak Rekor, Meledak Tembus Rp1.338 Triliun
SINDOnews · 6 September 2026 pukul 09.56
RI Mau Terapkan Mandatori BBM Tebu Bioetanol, Ini PR Besarnya
CNBC Indonesia · 3 September 2026 pukul 19.20